
Pengamat sebut ada pergeseran makna peringatan Hari Lahir Pancasila

Makassar (ANTARA) - Pengamat Komunikasi Budaya Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Dr Hadawiah Harita, menilai telah terjadi pergeseran makna di masyarakat dalam memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni.
"Dulu peringatan Hari Lahir Pancasila disambut dengan meriah dan penuh makna. masyarakat memahami bahwa Pancasila adalah dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Hadawiah di Makassar, Senin.
Menurut dia, jika pada masa lalu momentum tersebut disambut dengan penuh semangat kebangsaan dan refleksi terhadap nilai-nilai dasar negara, kini sebagian masyarakat justru menganggapnya sekadar hari libur nasional atau sambungan masa liburan.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya pergeseran nilai dalam memaknai Hari Lahir Pancasila. Semangat untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dinilai tidak lagi sekuat beberapa dekade lalu.
Hadawiah mengatakan fenomena tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah berbagai tekanan ekonomi dan persoalan sosial yang dihadapi bangsa saat ini, mulai dari meningkatnya kesenjangan ekonomi hingga menurunnya kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, maraknya intoleransi di ruang digital juga menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan penguatan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai perekat kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hadawiah menjelaskan nilai gotong royong, keadilan sosial, persatuan, dan musyawarah yang terkandung dalam Pancasila justru semakin relevan untuk menjawab berbagai persoalan kekinian.
"Saat masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, semangat kebersamaan dan solidaritas sosial menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan bangsa," katanya.
Menurut Hadawiah, Pancasila tidak hanya menjadi simbol atau slogan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat masyarakat menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial. Semangat gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial harus terus diperkuat.
Ia menegaskan Pancasila memiliki posisi yang sangat fundamental dalam sejarah Indonesia karena lahir sebelum kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan. Karena itu, Pancasila bukan sekadar ideologi negara, melainkan filosofi yang menjadi fondasi berdirinya bangsa.
Termasuk generasi muda perlu memahami bahwa Pancasila bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga panduan menghadapi masa depan. Para pendiri bangsa telah merumuskan nilai-nilai tersebut sebagai dasar untuk membangun negara yang beragam namun tetap bersatu.
Untuk menghidupkan kembali semangat Pancasila, perlu mendorong pemerintah, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat untuk lebih gencar melakukan sosialisasi dan pendidikan nilai-nilai kebangsaan.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya menjadi momentum refleksi bersama. Di tengah berbagai tekanan ekonomi dan tantangan sosial yang semakin kompleks," katanya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
