Logo Header Antaranews Makassar

7.191 Wisman berkunjung ke Sulsel pada Januari-April 2026

Kamis, 4 Juni 2026 18:02 WIB
Image Print
Beberapa pengunjung menikmati suasana villa di atas kawasan puncak wisata Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (31/5/2026). ANTARA/Muh Hasanuddin

Makassar (ANTARA) - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke wilayah Provinsi Sulawesi Selatan pada Januari-April 2026 mencapai 7.191 orang yang didominasi turis asal Malaysia dan Tiongkok.

Kepala BPS Sulawesi Selatan Aryanto di Makassar, Kamis, mengatakan wisatawan mancanegara yang mengunjungi Sulawesi Selatan selama empat bulan itu tersebar dari berbagai benua yang didominasi oleh Asia Tenggara.

"Kalau kunjungan yang mendominasi tetap dari Asia seperti dari Malaysia, Tiongkok dan Singapura. Kemudian yang dari Eropa itu banyak dari Prancis, Belanda, Jerman dan lainnya," ujarnya.

Adapun wisatawan mancanegara asal Malaysia yang datang pada April ini sebanyak 757 kunjungan, Tiongkok (442 kunjungan), Singapura (104 kunjungan), dan Vietnam dengan 20 kunjungan.

Kemudian dari benua Eropa, mulai dari Prancis sebanyak 69 kunjungan, Belanda (35 kunjungan), Jerman (31 kunjungan), Belarusia (31 kunjungan), Inggris (23 kunjungan), Spanyol (19 kunjungan), dan Polandia sebanyak 5 kunjungan.

Aryanto mengatakan jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2025, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah Sulawesi Selatan meningkat 132,4 persen atau hanya 827 kunjungan.

Sementara itu, angka perjalanan wisatawan nasional (wisnas) yang masuk melalui pintu kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin pada April 2026 tercatat sebanyak 8.166 perjalanan.

Angka ini mengalami penurunan sebesar 16,71 persen dibandingkan bulan sebelumnya Maret 2026 (mtm), yakni 9.804 perjalanan. Begitu pula bila dibandingkan dengan April 2025 (yoy), perjalanan wisnas mengalami penurunan sebesar 27,23 persen atau sekitar 11.221 perjalanan.

Menurut dia, perubahan jumlah perjalanan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola musiman, kondisi ekonomi, hingga jadwal libur nasional yang berbeda antara bulan Januari dan Februari.

"Pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata diharapkan terus mendorong berbagai strategi untuk menjaga tren kunjungan wisatawan tetap positif pada bulan-bulan berikutnya," ucapnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026