
Ekspor Sulsel capai 445,21 juta dolar AS per April 2026

Makassar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat nilai ekspor pada Januari-April 2026 sebesar 445,21 juta dolar AS atau setara Rp8,02 triliun sesuai dengan kurs rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp18.000.
Kepala BPS Sulsel Aryanto di Makassar, Sulsel, Kamis, mengatakan nilai ekspor per April 2026 ini menurun 12,24 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 507,28 juta dolar AS.
"Kalau membandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya itu ada penurunan sebesar 12,24 persen secara year on year," ujarnya.
Aryanto mengaku penurunan itu dipengaruhi oleh melemahnya beberapa komoditas unggulan, terutama nikel dan kakao atau coklat.
Ia menjelaskan dari sepuluh kelompok komoditas dengan nilai ekspor terbesar selama Januari hingga April 2026, komoditas biji-bijian berminyak mencatat peningkatan tertinggi dengan kenaikan sebesar 18,93 juta dolar AS atau 105,66 persen.
Sebaliknya, komoditas garam, belerang dan kapur mengalami penurunan paling dalam yakni sebesar 5,73 juta dolar AS atau 15,61 persen.
Pada April 2026, komoditas nikel menjadi penyumbang terbesar ekspor Sulawesi Selatan dengan nilai mencapai 68,53 juta dolar AS atau berkontribusi 56,44 persen terhadap total ekspor.
Disusul komoditas biji-bijian berminyak sebesar 18,93 juta dolar AS (15,59 persen), besi dan baja sebesar 6,59 juta dolar AS (5,43 persen), ikan dan udang sebesar 6,55 juta dolar AS (5,40 persen) garam, belerang, dan kapur sebesar 5,73 juta dolar AS (4,72 persen).
Pada komoditas kakao atau coklat sebesar 4,30 juta dolar AS (3,54 persen), lak, getah dan damar sebesar 3,47 juta dolar AS (2,86 persen), daging, ikan dan olahan sebesar 3,24 juta dolar (2,67 persen) serta olahan makanan hewan yang mencatat nilai ekspor sebesar 1,36 juta dolar AS atau berkontribusi 1,12 persen.
"Kalau secara year on year (yoy) transaksi ekspor mengalami penurunan, justru secara month to month (mtm) mengalami kenaikan 6,58 persen dari 113,91 juta dolar AS pada Maret 2026 menjadi 121,41 juta dolar AS per April 2026," ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
