
Kisah AMT Rudi uji nyali kirim BBM ke pelosok negeri

Makassar (ANTARA) - Kurang dari pukul 06.00 Wita, tatkala matahari pagi baru masuk ke celah-celah jendela, menapaki ruangan demi ruangan di sudut rumah, seorang Awak Mobil Tangki (AMT) harus segera meninggalkan rumahnya untuk sebuah tugas mulia.
Menggunakan seragam biru, pria dengan helm kuning yang dikenakannya mesti bergegas, sebab hari itu adalah jadwal mengantar produk energi yang diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Dialah Rudi, seorang pria asal Kabupaten Luwu-Palopo yang harus segera melajukan motornya menuju Depo BBM Palopo guna menunaikan tugas yang terbilang menantang bagi para AMT sepertinya. Tugas menaklukkan medan terjal, berlumpur dan berkelok harus dilaluinya agar energi bisa sampai ke desa terpencil.
Daerahnya dikenal bernama Seko, wilayah terpencil yang jaraknya sekitar 130 hingga 198 KM dari ibu kota kabupaten, Masamba. Seko dikategorikan sebagai wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Sulawesi Selatan karena untuk menembus wilayah ini menghadapi tantangan dalam aksesibilitas dan kondisi geografis yang sulit.
Agar bisa sampai ke Kecamatan Seko yang terdiri dari 12 desa, dipastikan membutuhkan waktu berjam-jam bahkan bisa mencapai sekitar lima hari, tergantung cuaca dan kondisi medan dengan jalan rusak parah, berlumpur dan bebatuan.
Akses menuju wilayah ini sangat menantang dan hanya bisa dilalui dengan motor modifikasi, menjadikannya sebagai wilayah paling terisolir di dataran tinggi Provinsi Sulawesi Selatan. Biaya ojek ke daerah ini bahkan digadang-gadang menjadi yang termahal di dunia, di angka Rp1,2 juta untuk bisa sampai ke Seko.
Berangkat lebih pagi menjadi salah satu strategi yang harus dilakukan Rudi untuk memastikan produk energi itu sampai tepat waktu. Kendati pun, produk energi hanya diantar hingga ke daerah drop point, lantaran akses menuju Seko belum bisa dijajal mobil tangki pengantar energi.
Mobil tangki berkapasitas 5000 liter hanya bisa melaju hingga ke Desa Tandung Kecamatan Sabbang, lokasi drop point untuk overtap (pemindahan) produk energi dari mobil ke drum.
Itu saja membutuhkan waktu sekitar tiga jam agar Rudi bisa sampai ke lokasi.
Dibutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memindahkan produk energi jenis pertalite ke mobil double gardan milik rekanan, yang kemudian diantar menuju Seko.
Mengantar ke lokasi drop point bukan berarti tanpa tantangan bagi Rudi. Melalui jalan terjal, berkelok dan dikelilingi jurang menjadi pemandangan yang sudah akrab di penglihatan ayah empat anak ini guna mengawal energi tersebut sampai ke pelosok Seko.
Belum lagi saat memasuki musim hujan, dia kerap kali menemui banyak kendala, longsor kecil-kecil di sejumlah titik saat pertengahan perjalanan. Akibat longsor itu, bebatuan berserakan dan tanah menutupi sebagian jalan. Ini tidak jarang harus dibersihkan sendiri oleh Rudi agar tugasnya bisa kembali ditunaikan.
Angin kencang juga tak kalah dahsyat menembus kulit pria berkulit kuning langsat itu, sembari penuh mawas diri mengendarai mobil tangki berisi energi sebagai sumber kehidupan. Belum lagi, deras hujan yang menghantam setiap inci kaca mobil, alhasil mengakibatkan terganggunya jarak pandang berkendara.
Di tengah perjalanan, Rudi bahkan mengakui pernah harus menunggu sekitar satu jam untuk memastikan akses yang akan dilalui aman di tengah hujan deras. Sebab kontur tanah yang mudah longsor juga menghadirkan rasa was-was bagi pria berusia 40 an tahun itu.
Beruntung jika di daerah itu mendapati bantuan dari warga sekitar, yang selalu dengan senang hati bergotong royong membantu Rudi membersihkan tanah akibat longsor, agar perjalanannya bisa lancar dan selamat sampai tujuan.
Diakui Rudi, keramahan warga sekitar menjadi penyemangat tersendiri baginya. Masyarakat sangat senang dengan kehadiran mobil tangki yang dipastikan akan menyokong aktivitas hidup warga terpencil Seko.
Bantuan masyarakat tanpa pamrih menjadi begitu berarti bagi Rudi di tengah peluhnya menunaikan amanah. Belum lagi, perjalanannya menjajal lokasi drop point yang cukup menguras energi, namun semuanya seolah terbayarkan dengan senyuman bahagia masyarakat sekitar yang mengetahui suplai kebutuhan minyak akan segera terisi untuk masyarakat Seko.
"Memang untuk mengantar 5 ton minyak ini ke Seko sangat menantang, bisa dibilang uji nyali, tapi ini amanah dan harus dijalankan," ujarnya dengan penuh semangat.
Tantangannya tidak sampai di situ, cuaca dan lokasi drop point yang sudah berada di area daratan tinggi seolah mewajibkannya harus tiba tepat waktu, tidak melampaui pukul 11.00 pagi, agar ketika pulang, Rudi tak disapa kabut yang menghalangi jarak pandang saat berkendara.
Sebagai pria yang bertanggungjawab terhadap pekerjaannya, Rudi pernah menahan lapar dan mengabaikan perut keroncongannya agar bisa segera kembali ke dataran kota. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko lebih dalam perjalanan pulang saat musim penghujan.
Perjuangan ini tak bisa dipandang sebelah mata, bekerja sebagai AMT selama 13 tahun memberikan banyak kesan bagi Rudi yang berani bertaruh nyawa agar energi dapat dirasakan masyarakat hingga pelosok desa. Kemudian melatihnya untuk bersabar atas tugas yang diembannya.
Menjadi AMT mengawal energi ke pelosok tak membuatnya mengeluh apalagi naik pitam, dia malah mempersiapkan diri untuk tugas "uji nyali" yang dinilainya memiliki amal jariyah lebih dibanding mengantar energi ke wilayah dataran tanpa tantangan berarti.
Itu semua diyakini, bahwa tugas mengantar energi menjadi hal istimewa, yang karenanya mampu memastikan urat nadi kehidupan di pelosok Sulawesi Selatan bisa terus berjalan. Banyak aktivitas hidup yang bergantung pada energi yang diantar Rudi dan dia ingin menjaga dan menuntaskannya agar semua bisa hidup lebih layak.

Gunakan multimoda transportasi
Berbeda dari daerah lainnya, akses jalan dengan tingkat kerusakan parah dan masih sulit dilalui kendaraan besar mengharuskan para AMT Elnusa Petrofin hanya bisa menjalankan tugasnya hingga ke lokasi drop point.
Namun demikian, ini tak lantas melengserkan kewajiban pihak perusahaan dalam menyalurkan energi berkeadilan untuk sampai ke rumah-rumah warga tanpa terkecuali.
Multimoda transportasi kemudian menjadi solusi yang dipilih perusahaan guna memastikan energi sampai ke pelosok Seko. Apalagi perusahaan bertanggung jawab menembus wilayah 3T agar masyarakat di pelosok mendapatkan energi dengan harga setara yakni BBM satu harga.
Cara ini diambil pihak PT Elnusa Petrofin bekerja sama dengan PT Pertamina dan Pemilik SPBU untuk melakukan alternatif pengiriman dengan multimoda sebagai wujud kepatuhan terhadap Undang-Undang nomor 22 tahun 2021 tentang minyak dan gas bumi, bahwa pemerintah wajib menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah Indonesia.
"Setelah pemindahan (energi) selesai, lalu akan diangkut menggunakan mobil double gardan yang sudah kami sewa dari rekanan untuk mencapai SPBU Seko. Ini agar energi tetap bisa menggapai tempat-tempat pelosok dan terpencil dengan BBM satu harga," urai Head of Operation Elnusa Petrofin area Palopo Sardi Pratama.
Sebelum pengiriman dilakukan, Elnusa Petrofin turut menganalisa jalur distribusi, melakukan safety briefing kepada para AMT yang bertugas mengantar energi ke wilayah terpencil. Juga menerapkan sistem pengawasan digital melalui GPS dan CCTV yang berada di dalam mobil tangki.
Elnusa Petrofin wilayah Palopo mengusahakan agar berbagai produk energi ini bisa menjangkau seluruh persendian aktivitas masyarakat melalui armada 36 unit, pekerja 23 orang dan AMT sebanyak 148 orang yang siap medistribusikan produk energi ke 59 SPBU dan 60 pertashop se-Luwu Raya dan Toraja Utara.
Semuanya demi kelancaran energi menjamah berbagai daerah, tak terkecuali wilayah 3T, khususnya masyarakat Seko yang haknya tidak bisa diabaikan sebagai warga negara Indonesia meski berada di wilayah terisolir.
Hak warga negara Indonesia telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Setiap warga negara memiliki hak konstitusional yang dijamin oleh negara tanpa memandang suku, agama, ras, atau golongan. Termasuk dalam pemenuhan penghidupan layak dan hak kesejahteraan sosial.

Hidup layak dengan energi
Produk energi yang diantarkan Elnusa Petrofin merealisasikan energi berkeadilan oleh pemerintah melalui BBM Satu Harga. Ini mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga hak-hak masyarakat tetap hidup layak di tengah keterbatasan dan kondisi terpencil seperti wilayah Seko.
Kehadiran energi sebanyak 5 kiloliter untuk satu kali pengiriman selalu menjadi angin segar bagi masyarakat Seko untuk memenuhi kebutuhan aktivitasnya agar nadi ekonomi terus berputar.
Masyarakat Seko biasanya menebus BBM seharga Rp30 ribu per liter atau per botol, namun dengan distibusi BBM oleh Elnusa maka harga itu kembali ke harga sebenarnya "BBM satu harga" yakni harga sama yang juga dinikmati masyarakat area perkotaan.
"Ini sangat membantu masyarakat yang tadinya membeli harus menempuh puluhan bahkan seratusan kilometer dan sekarang BBM sudah ada di lokasi untuk operasional masyarakat. Harganya sama dengan di kota," ujar Detris Jaya sebagai rekanan Elnusa yang menyalurkan produk energi ke wilayah Seko.
Harga ini memastikan hidup layak bagi masyarakat Seko, sebab tak lagi harus mengeluarkan uang lebih untuk kelangsungan hidup mereka. Apalagi masyarakat Seko yang mayoritas mata pencahariannya adalah petani dan tukang kebun, mereka tentu membutuhan energi dalam mengawal pekerjaan sehari-hari.
Memastikan sawah dan ladang tetap teraliri air di musim kemarau yang kebanyakan menggunakan BBM sebagai sumber energi. Ditambah aktifitas angkutan logistik dan hasil panen yang membutuhkan BBM.
Belum lagi layanan dasar masyarakat seperti kantor desa, sekolah dan puskesmas yang membutuhkan sumber energi BBM untuk beroperasi. Energi menjadi kunci utama dari sumber kehidupan masyarakat, utamanya pada wilayah-wilayah dengan akses sulit.
Kehadiran energi sampai ke tangan warga tidak lepas dari peran Pemerintah yang melibatkan berbagai pihak berjibaku, bekerja sama dan bahu-membahu agar energi sebagai sumber kehidupan tetap dirasakan semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Peran AMT Elnusa Petrofin seperti Rudi, juga tidak bisa diabaikan sebagai pihak dari ujung tombak yang penuh dengan perjuangan, tekad kuat dan sangat amanah mengantarkan energi bisa dinikmati masyarakat Seko.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
