
Pemprov Sulbar kawal tumbuh kembang anak lewat sinergi lintas sektor

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) berkomitmen mengawal tumbuh kembang anak melalui sinergi lintas sektor guna memastikan pemenuhan hak dan perlindungan generasi muda di daerah itu.
"Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam penanganan berbagai persoalan yang dihadapi anak, termasuk kekerasan dan perkawinan anak," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana pada pengukuhan Forum Anak Sulbar masa bakti 2026-2028, di Mamuju, Jumat
Acara pengukuhan yang dirangkai dengan agenda pencegahan kekerasan dan perkawinan anak ini diinisiasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3APMD) Sulbar.
"Penanganan tindak kekerasan terhadap anak sangat membutuhkan keterlibatan lintas sektor karena anak adalah aset bangsa dan aset daerah yang harus kita jaga tumbuh kembangnya," ujar Junda Maulana.
Cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045, menurut Junda Maulana, hanya dapat dicapai apabila generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, berkarakter dan inovatif.
Dia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak, mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, hingga satuan pendidikan.
Di rumah kata dia, orang tua harus membangun komunikasi yang terbuka dengan anak dan menghindari segala bentuk kekerasan.
"Sementara di lingkungan masyarakat, perlu ada jaminan keamanan agar anak terhindar dari berbagai persoalan sosial. Begitu juga di sekolah, anak-anak harus mendapatkan ruang yang aman dan bebas dari diskriminasi," jelas Junda Maulana seraya menyoroti pentingnya peran tenaga pendidik sebagai pengayom dan pembimbing bagi anak.
Pada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan harapan besar kepada Forum Anak Sulbar yang baru dikukuhkan.
Ia berharap para pengurus mampu menjadi pelopor dan penggerak bagi anak-anak lainnya untuk terus berkreasi, berinovasi, serta aktif menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi anak. Selain itu, Forum Anak diharapkan dapat menjadi wadah partisipasi anak dalam pembangunan daerah.
"Kita ingin anak-anak tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek pembangunan. Mereka harus dilibatkan dalam proses perencanaan dan penyusunan program yang berkaitan dengan kebutuhan mereka sendiri," ujar Junda Maulana
Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
