Logo Header Antaranews Makassar

Perempuan lansia hilang terseret arus Sungai Kajuara Bone

Jumat, 5 Juni 2026 19:35 WIB
Image Print
Tim SAR Gabungan menggunakan perahu karet menyisir sungai untuk mencari korban lansia bernama Saide (72) yang dilaporkan hilang akibat diduga terseret arus Sungai Kajuara, di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (5/6/2026). ANTARA/Dokumentasi Tim Pos SAR Bone

Makassar (ANTARA) - Tim SAR Kabupaten Bone mencari seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Saide (72) yang dilaporkan hilang akibat diduga terseret arus Sungai Kajuara di Desa Bulu Tanah, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

"Informasi itu diterima dari Kepala Desa Ujung Tanah dan segera ditindaklanjuti dengan menurunkan Tim Rescue Pos SAR Bone menuju lokasi kejadian dengan membawa perahu karet beserta peralatan evakuasi," ujar Komandan Tim Pos SAR Bone Masrur melalui keterangan videonya diterima, di Makassar, Jumat.

Menurut dia, korban tersebut diduga terseret arus saat menyeberangi sungai dalam perjalanan pulang dari sawahnya pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Berdasarkan kronologis kejadian, kata Masrur, saat korban sedang menyeberangi sungai secara tiba-tiba datang air besar dari arah hulu sungai, dan korban diduga diseret arus deras sungai tersebut.

"Air besar itu diduga turun ke sungai , setelah kawasan pegunungan di daerah setempat dilanda hujan lebat sejak kemarin," ujarnya.

Atas kejadian itu, kata dia, pihak keluarga melaporkan setelah korban tidak ditemukan ke Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Kelas A Makassar, selanjutnya ditindaklanjuti Tim Rescue Pos SAR Bone dengan membentuk tim SAR gabungan untuk operasi pencarian.

"Setelah tiba di lokasi kejadian, kami segera melakukan koordinasi dengan keluarga korban serta aparat setempat. Tim SAR gabungan kemudian dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU)," tuturnya.

Untuk SRU pertama dan SRU kedua melakukan pencarian menggunakan dua unit perahu karet menyusuri arah kiri dan kanan aliran sungai sejauh kurang lebih lima kilometer ke arah timur dari lokasi kejadian.

Sedangkan tim SRU ketiga, lanjut Masrur, secara infantri melaksanakan penyisiran di sepanjang bantaran sungai bersama masyarakat setempat sejauh sekitar dua kilometer.

Hingga petang hari ini pada Operasi SAR hari pertama pencarian, korban belum ditemukan. Pencarian dihentikan sementara karena kondisi area pencarian sudah gelap memasuki malam.

"Tim akan melanjutkan kembali besok pagi dengan memperluas area pencarian, harapannya korban dapat segera ditemukan," ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi agar segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Operasi SAR pencarian korban melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bone, SAR Brimob, BPBD Kabupaten Bone, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta masyarakat setempat.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026