
Jamaah haji Kloter 10 asal Wajo tiba di Tanah Air

Makassar (ANTARA) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar bersama Wakil Bupati (Wabup) Wajo Baso Rahmanuddin menyambut langsung kepulangan jamaah haji Kelompok Terbang (kloter) 10 di Tanah Air.
Sekretaris PPIH Embarkasi/Debarkasi Makassar Asa Afif Bahri di Makassar, Selasa, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo dan seluruh petugas haji yang dinilai berhasil menjaga kelancaran pelayanan jamaah sejak keberangkatan hingga pemulangan.
“Alhamdulillah, seluruh jamaah kembali dalam keadaan sehat dan bahagia. Ini adalah hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan haji,” ujarnya.
Asa Afif mengatakan keberhasilan penyelenggaraan haji tidak lepas dari kekompakan petugas kloter, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta dukungan keluarga jamaah.
Ia juga mengingatkan para jamaah agar menjaga semangat ibadah dan nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama berada di Tanah Suci.
“Sepulang dari Tanah Suci, jamaah diharapkan menjadi teladan di lingkungan masing-masing dan terus menebarkan kebaikan,” katanya.
Pihak PPIH Makassar selanjutnya menyerahkan jamaah secara resmi kepada Pemkab Wajo untuk dipulangkan ke daerah asal.
Wakil Bupati Wajo Baso Rahmanuddin menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jamaah dalam keadaan selamat.
Ia berharap pengalaman spiritual selama berhaji membawa perubahan positif dalam kehidupan para jamaah dan memberi keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Wajo.
“Semoga para haji menjadi teladan dalam ibadah dan membawa keberkahan bagi masyarakat,” tuturnya.
Data PPIH Debarkasi Makassar mencatat jamaah termuda Kloter 10 bernama Muh Imran berusia 18 tahun, sedangkan jamaah tertua Andi Calle Paramata berusia 95 tahun. Keduanya berasal dari Kabupaten Wajo.
Dalam kloter itu sebanyak 393 orang haji, termasuk enam orang petugas dan pendamping haji, tiba di Makassar menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 1410 yang mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
