
Pemprov Sulbar minta dukungan Kemenkes perkuat sistem kesehatan daerah

Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama para kepala daerah se-Sulbar melakukan kunjungan ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meminta dukungan penguatan sistem kesehatan di daerah itu.
"Pertemuan dengan pihak Kemenkes sebagai upaya Pemerintah Provinsi Sulbar dalam memperkuat upaya transformasi layanan kesehatan melalui sinergi dengan pemerintah pusat," kata Suhardi Duka, melalui rilis yang diterima di Mamuju, Kamis.
Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Polewali Mandar, Bupati Mamuju, Bupati Mamuju Tengah, Bupati Majene, Bupati Mamasa serta Wakil Bupati Pasangkayu.
Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulbar, para Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten se-Sulbar serta Direktur RSUD Kabupaten Mamuju.
Pertemuan itu menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulbar dalam memperjuangkan penguatan sistem kesehatan daerah, khususnya peningkatan layanan kesehatan primer dan rujukan melalui dukungan program nasional Kementerian Kesehatan.
Terdapat tiga agenda utama yang dibahas, yakni percepatan pembangunan Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan di Sulbar, pemerataan sumber daya manusia kesehatan, serta rehabilitasi dan relokasi puskesmas sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan primer berbasis klaster.
Gubernur menyampaikan bahwa kondisi geografis dan keterbatasan keuangan daerah masih menjadi tantangan dalam pemerataan akses layanan kesehatan di Sulbar.
Karena itu, dukungan pemerintah pusat dinilai sangat penting untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Sulbar, kata Suhardi Duka, membutuhkan penguatan layanan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan, pemenuhan dokter spesialis, penguatan rumah sakit daerah, hingga pembangunan Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan sebagai pusat rujukan regional.
"Sulbar memiliki keterbatasan keuangan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan kesehatan secara optimal. Kehadiran rumah sakit vertikal akan menjadi solusi strategis memperkuat sistem rujukan sekaligus mengurangi ketergantungan pasien yang selama ini harus dirujuk ke luar daerah," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa dana alokasi khusus (DAK) bidang kesehatan, masih menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan kesehatan daerah.
Pada kesempatan tersebut, masing-masing kepala daerah turut menyampaikan kebutuhan prioritas di wilayahnya.
Bupati Mamasa mengusulkan peningkatan 18 puskesmas menjadi puskesmas rawat inap serta pengadaan ambulans guna memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di wilayah pegunungan.
Sementara, Bupati Polewali Mandar mendorong peningkatan kelas RSUD Wonomulyo, rehabilitasi puskesmas pembantu, peningkatan sejumlah puskesmas menjadi rumah sakit pratama, penguatan layanan kanker, jantung, stroke dan uronefrologi (KJSU) serta program beasiswa dokter spesialis.
Bupati Mamuju mengusulkan rehabilitasi sejumlah fasilitas pelayanan di RSUD Mamuju, rehabilitasi puskesmas, penambahan ambulans, peningkatan jumlah dokter spesialis, serta penugasan tenaga kesehatan melalui program Nusantara Sehat.
Sedangkan Bupati Mamuju Tengah menekankan kebutuhan peningkatan status puskesmas menjadi rawat inap, pembangunan puskesmas pembantu, pengadaan ambulans, pembangunan instalasi pengolahan limbah, hingga penguatan laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas).
Sementara Wakil Bupati Pasangkayu mengusulkan rehabilitasi puskesmas pembantu, peningkatan puskesmas menjadi rawat inap, serta rehabilitasi gedung pelayanan RSUD Pasangkayu.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulbar Nursyamsi Rahim menyampaikan, pertemuan itu menjadi sinyal kuat kolaborasi pusat dan daerah dalam mempercepat transformasi layanan kesehatan di Sulawesi Barat.
"Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerataan akses layanan kesehatan yang berkualitas dapat semakin cepat terwujud, sekaligus mengurangi tingginya angka rujukan pasien ke luar daerah," kata Nursyamsi.
Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
