Logo Header Antaranews Makassar

Karantina Sulsel sosialisasikan alur layanan sertifikasi produk

Jumat, 12 Juni 2026 04:29 WIB
Image Print
Penandatanganan berita acara Penyusunan Standar Pelayanan Karantina Sulawesi Selatan untuk Layanan Sertifikasi Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan bersama pelaku usaha dan pihak terkait serta sosialisasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Makassar, Kamis (11/06/2026). ANTARA/HO-Humas Balai Karantina Sulsel

Makassar (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulsel) sosialisasi alur layanan sertifikasi karantina guna memperlancar arus barang kepada para pengguna jasa Pelabuhan Laut Soekarno Hatta Makassar.

Kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi wadah koordinasi dalam menjaga kelancaran arus barang, mendukung rantai pasok nasional, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas komoditas yang berpotensi membawa hama dan penyakit.

“Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar merupakan salah satu simpul logistik strategis di Indonesia Timur." ujar Kepala Karantina Sulawesi Selatan Sitti Chadidjah saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut di Makassar, Kamis.

Karena itu, kata dia, diperlukan dukungan bersama, partisipasi masyarakat, serta koordinasi yang kuat para pemangku kepentingan agar pelayanan berjalan optimal, lalu lintas komoditas tetap lancar, tanpa mengabaikan upaya pelindungan sumber daya hayati.

Ia menegaskan tantangan sektor logistik dan perdagangan saat ini semakin kompleks seiring meningkatnya mobilitas manusia dan komoditas antar-wilayah maupun antar-negara, sehingga dibutuhkan sinergi yang kuat antar-instansi, serta partisipasi aktif masyarakat.

"Dengan kelancaran pelayanan logistik serta terjaganya biosekuriti dapat turut meningkatkan daya saing perdagangan dan investasi khususnya di Sulawesi Selatan," ujarnya.

Menurutnya, data BEST TRUST Barantin dari Januari hingga Mei, tercatat bahwa Karantina Sulsel telah melakukan sertifikasi karantina sebanyak 72.044 kali, yang terdiri atas 6.060 sertifikat ekspor, 326 sertifikat impor, 32.899 sertifikat domestik keluar, dan 32.759 sertifikat domestik masuk, dengan nilai ekspor hingga triwulan pertama mencapai lebih dari Rp2,1 triliun (berdasarkan nilai deklarasi yang disampaikan eksportir).

Pada kegiatan ini, juga dilaksanakan penandatanganan berita acara Penyusunan Standar Pelayanan Karantina Sulawesi Selatan untuk Layanan Sertifikasi Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan bersama pelaku usaha dan pihak terkait serta sosialisasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Chadidjah mengajak seluruh pelaku usaha dan pemangku kepentingan yang hadir dan beraktivitas di lingkungan Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Data yang akurat, menurutnya, dapat membantu pemerintah dalam menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran, termasuk dalam pengembangan sektor logistik, perdagangan, investasi, dan pelayanan publik.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap, terbangun komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan, memperkuat pengawasan lalu lintas komoditas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.

"Kolaborasi yang kuat dengan pelaku usaha serta antar-pemangku kepentingan diyakini akan menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem logistik yang modern, aman, efisien, dan berdaya saing," kata dia.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026