
"Pete-pete" laut gratis hadirkan pemerataan pembangunan di pulau

Makassar (ANTARA) - Akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Adi Suryadi Culla menilai realisasi dari janji Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan menghadirkan "pete-pete" (transportasi umum) laut gratis untuk warga kepulauan, bagian upaya pemerataan pembangunan di daratan dan kepulauan.
"Hadirnya, kapal 'pete-pete' laut antar-pulau dari Pak Wali Kota, menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas masyarakat kepulauan sekaligus menghadirkan pemerataan pelayanan publik hingga ke wilayah terluar Kota Makassar," ujarnya di Makassar, Sabtu.
Suryadi Culla yang juga Ketua Center for Information and Development Studies (CIDES) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan itu, menyebutkan "pete-pete" laut sebagai program solusi yang menyentuh pokok permasalahan warga pulau di daerah setempat.
Ia menilai program yang digagas Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin itu bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kepulauan yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan akses.
Menurut dia, persoalan utama dihadapi masyarakat pulau bukan hanya terkait dengan jarak geografis, tetapi juga keterbatasan konektivitas yang berdampak langsung pada akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga pelayanan administrasi pemerintahan.
Ia mengatakan kehadiran "pete-pete" laut langkah konkret mewujudkan keadilan pembangunan antar-wilayah.
"Ini bukan sekadar menyediakan kapal angkutan, tetapi membangun akses yang lebih setara bagi masyarakat kepulauan untuk memperoleh layanan dasar yang menjadi hak setiap warga negara. Bagi saya ini solusi cemerlang yang dilakukan Pak Wali Kota," katanya.
Dia menjelaskan transportasi merupakan urat nadi kehidupan masyarakat pulau. Kelancaran mobilitas warga menentukan kemudahan mereka menjangkau sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, pusat pelayanan pemerintahan, hingga berbagai aktivitas sosial dan ekonomi lainnya.
Oleh karena itu, kata dia, penguatan konektivitas menjadi salah satu kunci penting meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah kepulauan.
Ia mengemukakan ketika akses transportasi terbatas maka kesempatan memperoleh layanan dasar juga menjadi terbatas.
"Sebaliknya, ketika konektivitas diperkuat, peluang ekonomi akan tumbuh, pelayanan publik menjadi lebih mudah dijangkau, dan kualitas hidup masyarakat pun meningkat," katanya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
