Logo Header Antaranews Makassar

15 calon mahasiswa disabilitas lulus jalur afirmasi Unhas

Sabtu, 13 Juni 2026 22:21 WIB
Image Print
Suasana tes bagi calon mahasiswa baru jalur afirmasi disabilitas di Unhas Tamalanrea, Makassar. ANTARA/HO-Unhas

Makassar (ANTARA) - Sebanyak 15 bakal calon mahasiswa penyandang disabilitas dinyatakan lulus tahap asesmen Jalur Mandiri Afirmasi Disabilitas Tahun 2026 di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Kepala Pusat Disabilitas Unhas Ishak Salim di Makassar, Sulsel, Sabtu, mengatakan Jalur Mandiri Afirmasi Disabilitas bagian dari upaya strategis universitas membangun tata kelola pendidikan tinggi yang berkeadilan dan inklusif.

Kebijakan tersebut mencerminkan komitmen kuat pimpinan universitas memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas.

“Komitmen rektor terhadap penguatan kampus inklusif terus diwujudkan melalui berbagai kebijakan, termasuk peningkatan kuota penerimaan mahasiswa baru jalur afirmasi disabilitas dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan keseriusan universitas dalam membuka akses lebih luas bagi penyandang disabilitas,” katanya.

Sebanyak 15 peserta yang dinyatakan lulus asesmen akan melanjutkan proses pendaftaran pada berbagai program studi di lingkungan Unhas, yaitu Sosiologi, Antropologi, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Komunikasi, Manajemen.

Selain itu, Hukum Administrasi Negara, Ilmu Politik, Sastra Indonesia, Komunikasi Digital, Akuntansi, Administrasi Publik, Psikologi, Ilmu Hukum, Sastra Inggris, dan Kedokteran Hewan.

Ia mengatakan asesmen tidak semata-mata bertujuan memenuhi kebutuhan administratif penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi instrumen penting memastikan proses pengambilan keputusan berlangsung secara adil, akuntabel, dan berkelanjutan.

Hasil asesmen menjadi dasar penyediaan akomodasi yang layak sesuai kebutuhan masing-masing mahasiswa ketika menjalani proses pembelajaran di kampus.

Selama pelaksanaan asesmen, sejumlah calon mahasiswa dan orang tua turut menyampaikan harapan terhadap penguatan ekosistem kampus yang lebih inklusif.

Beberapa masukan, antara lain peningkatan aksesibilitas fisik bagi pengguna kursi roda, fleksibilitas waktu dalam pelaksanaan tugas dan ujian, serta penguatan budaya akademik yang bebas dari diskriminasi.

Pengalaman salah satu peserta yang masih menghadapi hambatan akses saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) juga menjadi perhatian untuk perbaikan layanan dan fasilitas ke depan.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026