Logo Header Antaranews Makassar

Wali Kota Makassar resmikan rumah ibadah umat Buddha

Sabtu, 13 Juni 2026 23:35 WIB
Image Print
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meresmikan rumah ibadah umat Buddha Cetiya Zhen An Kong di Makassar, Sabtu (13/6/2026). ANTARA/HO-Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin melakukan penandatanganan prasasti Cetiya Zhen An Kong "Sam Ong Hu" Makassar di Jalan Pangeran Diponegoro Kota Makassar, Sulawesi Selatan sebagai tanda diresmikan rumah ibadah umat Budha tersebut.

"Saya benar-benar takjub melihat rumah ibadah ini dibuat dengan sangat serius, sangat proper. Semua ornamennya, detailnya, benar-benar sangat luar biasa," ujarnya di Makassar, Sabtu.

Ia pada kegiatan peresmian tersebut, mengaku kagum dengan bangunan rumah ibadah agama Budha tersebut.

Ia mengapresiasi rumah ibadah dua lantai tersebut dibangun dengan modern dan memperhatikan setiap detail arsitektur maupun interior khas masyarakat Tionghoa.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa fungsi rumah ibadah tidak hanya sebagai tempat beribadah, melainkan juga ruang yang mampu membangun interaksi sosial dan mempererat hubungan antar-masyarakat.

Ia mengajak seluruh pengurus rumah ibadah untuk membangun toleransi dan memperhatikan masyarakat di sekitar lingkungan tempat ibadah.

Hal itu kata dia, sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan dan kerukunan di Kota Makassar.

"Rumah ibadah harus menjadi tempat asimilasi bagi para penganut agama untuk bersosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya. Bukan hanya bangunannya yang bagus, tetapi juga bagaimana kita memperhatikan saudara-saudara yang ada di sekitar rumah ibadah," katanya.

Menurut Munafri, toleransi merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas daerah.

Ia menyampaikan keberhasilan Kota Makassar masuk dalam 10 besar kota toleran di Indonesia menjadi capaian yang harus terus dipertahankan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

"Alhamdulillah Kota Makassar tahun ini sudah masuk 10 besar kota toleransi di Indonesia, berada di peringkat sembilan. Ini harus terus kita jaga dengan membangun kebersamaan di tengah keberagaman yang kita miliki," katanya.

Ia menjelaskan kehidupan masyarakat yang harmonis akan melahirkan stabilitas sosial, sedangkan kondisi positif tersebut akan berdampak baik terhadap pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah.

"Toleransi sangat penting untuk menjaga stabilitas sebuah daerah. Kalau stabilitasnya bagus, investasinya akan lancar. Kalau investasi aman, makin banyak orang datang ke Makassar membawa peluang ekonomi, dan pada akhirnya masyarakat akan semakin sejahtera," katanya.

Ia berharap, keberadaan Cetiya Zhen An Kong dapat memperkuat nilai toleransi serta menjadi bagian dari simbol pembangunan Kota Makassar yang inklusif dan harmonis.

Kegiatan peresmian tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Buddha, di antaranya Ketua DPD Walubi Sulawesi Selatan Henry Sumitomo, Ketua DPD Majubuthi Sulawesi Selatan Pendeta Roy Rushim.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026