Logo Header Antaranews Makassar

RSUP Wahidin Makassar perketat pemeriksaan buntut insiden penikaman pasien

Senin, 15 Juni 2026 17:38 WIB
Image Print
Dua orang satpam melakukan patroli mengontrol ruang tunggu samping IGD untuk memantau kondisi dan suasana ruang tunggu itu agar tidak menjadi sesak dipadati pengunjung maupun pembesuk termasuk barang bawaanya, di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/6/2026).  ANTARA/Darwin Fatir.

Makassar (ANTARA) - Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar memperketat pemeriksaan terhadap barang bawaan pasien, keluarga pasien, hingga pembesuk, buntut dari insiden penikaman seorang pasien ke pasien lain, sebagai bentuk antisipasi dan langkah pencegahan agar kejadian tidak berulang.

"Atas kejadian itu, kami melakukan pemeriksaan atau skrining (penyaringan) yang lebih ketat dan berkala terkait benda tajam yang dibawa oleh pasien atau keluarganya." kata Humas RSUP Wahidin Sudirohusodo Aulia Yamin saat dikonfirmasi di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Menurut dia, manajemen rumah sakit telah memberikan larangan keras membawa barang berbahaya termasuk benda tajam ke dalam rumah sakit. Selain itu, sudah ada aturan tegas melalui papan bicara dipasang di depan pintu masuk.

"Dalam aturan ataupun tata tertib bagi pengunjung rumah sakit, sudah jelas dicantumkan bahwa pengunjung tidak diperbolehkan membawa senjata tajam," tuturnya.

Tim pengamanan Satpam berkewajiban memeriksa seluruh barang bawaan keluarga pasien maupun pengunjung yang membesuk keluarganya demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, serta tanggung jawabnya menjaga keamanan dan kenyamanan pasien selama dirawat.

"Dari pihak rumah sakit, dalam hal ini pengamanan ketat telah dilaksanakan oleh tim pengamanan atau security. Ini demi menjaga keamanan, ketertiban serta kenyamanan pasien," tuturnya menekankan.

Baca juga: Diduga stres, pasien tikam pasien di RSUP Wahidin Makassar

Sebelumnya, seorang pasien berinisial NS (45) diduga stres tega menikam pasien lain berinisial J (55) saat dirawat di ruangan Infection Center Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar, pada Sabtu (13/6) malam.

Pada malam itu, pelaku yang berada di dalam kamar terlihat mondar mandir sembari menyimpan sebilah badik. Selang beberapa saat, pelaku mendekati tempat tidur korban bahkan mereka sempat berbincang.

Namun tiba-tiba pelaku mengeluarkan badik yang disimpan di pinggangnya lalu menyerang korban. Beruntung, korban menahan serangan itu, namun naas mengalami luka robek pada tangan kanannya karena kena sabetan senjata tajam jenis badik.

Atas insiden tersebut, istri korban DI sempat berteriak histeris yang menngundang perhatian perawat serta pihak keamanan rumah sakit yang berada di koridor.

Satpam dengan sigap mengamankan badik dari tangan pelaku, namun pelaku langsung melarikan diri ke lantai satu rumah sakit setempat. Selang beberapa saat pelakunya diamankan.

"Sudah diamankan. Pelakunya masih dirawat di ICU, dia mengidap penyakit ginjal dan rutin menjalani cuci darah. Motifnya itu tidak ada. Pelaku ini kemungkinan diduga mengalami stres karena penyakit dideritanya tidak kunjung sembuh," kata Kapolsek Tamalanrea Kompol Mustari Alam.

Kendati demikian, pelaku kini masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan pengawasan ketat, dari perbuatannya itu, bersangkutan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026