
Pemprov Sulsel percepat proyek MYP guna perkuat mobilitas

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat pelaksanaan program Multi Years Project (MYP) pada sejumlah ruas jalan strategis guna memperkuat mobilitas dan distribusi barang di berbagai daerah.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Muhammad Rosyadi di Makassar, Senin, mengatakan percepatan pelaksanaan proyek itu diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut dia, sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini mulai menunjukkan perubahan signifikan setelah dilakukan penanganan.
“Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal dengan kondisi lebih baik sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ujar Rosyadi.
Ia menjelaskan, sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini mulai ditangani melalui pekerjaan pengaspalan, pembangunan drainase, hingga penguatan badan jalan di sejumlah titik rawan kerusakan.
Berdasarkan laporan progres terbaru, pekerjaan MYP berlangsung pada ruas yang masuk dalam Paket 3, Paket 4, dan Paket 5. Penanganan meliputi penghamparan aspal, pembangunan drainase, pembangunan dinding penahan tanah (DPT), hingga preservasi jalan.
Pada Paket 3, pengaspalan dilakukan di ruas Batas Kabupaten Enrekang–Anabanua–Dongi–Tanrutedong melalui penghamparan lapis antara aspal beton atau Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) pada STA 15+150 di sisi kiri dan kanan jalan.
Sementara itu, pada Paket 4, penanganan difokuskan di ruas Anabanua–Makale–Batas Sidrap melalui pembangunan talud bahu jalan guna memperkuat struktur jalan dan mengurangi risiko kerusakan.
Preservasi jalan juga terus dilakukan di ruas Batas Kabupaten Soppeng–Ulugalung guna menjaga kondisi jalan tetap mantap dan aman dilalui masyarakat.
Adapun pada Paket 5, pekerjaan berlangsung di sejumlah ruas strategis di Kabupaten Bone. Di ruas Ujung Lamuru–Palattae, pembangunan dinding penahan tanah (DPT) dilaksanakan pada STA 9+630 untuk memperkuat badan jalan dari potensi longsor.
Selanjutnya, pembangunan saluran drainase dilakukan di ruas Palattae–Bojo pada STA 0+425 guna mendukung sistem pembuangan air dan menjaga umur layanan jalan.
Sementara di ruas Tanabatue–Sanrego–Palattae, penanganan dilakukan melalui penghamparan lapis antara aspal beton (AC-BC) pada STA 17+550.
Perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar aktivitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian, perdagangan, serta mobilitas harian warga di wilayah sekitar.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
