Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Makassar siapkan gedung parkir terintegrasi atasi kemacetan dan kesembrawutan

Senin, 15 Juni 2026 20:35 WIB
Image Print
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat rapat bersama dengan Perumda Parkir Makassar membahas program penataan dan rencana pembangunan gedung parkir terintegrasi untuk mengatasi berbagai permasalahan parkir di Makassar, Senin (15/6/2026). ANTARA/HO-Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan menyiapkan gedung parkir yang terintegrasi untuk mengatasi kemacetan dan kesemrawutan perparkiran yang banyak mengambil lahan di bahu jalan serta juru parkir liar.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Senin, meminta agar Perumda Parkir Makassar Raya melakukan langkah-langkah terobosan melalui penataan sistem perparkiran yang lebih modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

"Berbagai laporan yang masuk soal parkir liar banyak sekali. Kita mau ada solusi, sebisa mungkin satu lokasi yang dijadikan percontohan bangunan penataan parkir," ujarnya.

Munafri Arifuddin mengatakan, kesemrawutan perparkiran disebabkan oleh banyaknya parkir liar dan keberadaan juru parkir (jukir) yang tidak tertib dan hal tersebut masih menjadi salah satu keluhan utama masyarakat, sehingga perlu solusi.

Selain kerap memicu praktik pungutan liar (pungli), parkir yang tidak tertata juga menyebabkan kemacetan akibat penggunaan badan dan bahu jalan yang tidak sesuai peruntukannya.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah menghadirkan kawasan percontohan (pilot project) penataan parkir melalui konsep gedung parkir bertingkat atau building parkir yang didukung sistem digitalisasi.

Kawasan pusat keramaian seperti Boulevard dan Pengayoman menjadi lokasi yang dinilai potensial untuk penerapan program tersebut.

Menurut Munafri, persoalan parkir tidak bisa lagi ditangani dengan pola konvensional, Tujuannya menjadi percontohan sehingga menjadi tolak ukur perlu dilanjutkan atau tidak.

Ia menegaskan, perlu dibutuhkan solusi soal parkir yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi kemacetan dan menekan praktik parkir liar yang selama ini menjadi sorotan.

"Kita mau solusi untuk penataan parkir. Lokasi percontohan bisa di kawasan pusat keramaian seperti Boulevard atau Pengayoman bisa menjadi pilot project dengan konsep building parkir dan digitalisasi parkir," terangnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026