Logo Header Antaranews Makassar

Dinsos Sulsel optimistis sembilan bangunan Sekolah Rakyat siap digunakan 2026

Selasa, 16 Juni 2026 14:45 WIB
Image Print
Staf Khusus Bidang Aktivisme, Sosbud, Pergerakan, dan Ulama Kemenko Polkam Neno Hamriono saat meninjau langsung Sekolah Rakyat di Makassar. ANTARA/HO-Humas UPT Sentra Wirajaya Makassar

Makassar (ANTARA) - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Selatan Malik Faisal optimistis sembilan bangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) yang sedang dalam tahap pembangunan di daerah itu siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026.

Sebanyak sembilan pembangunan SR itu, di Kabupaten Soppeng, Wajo, Barru, Sidrap, Tana Toraja, Bone, Sinjai, Takalar, dan Kota Makassar.

"Alhamdulillah progresnya rata-rata sudah melampaui 50 persen di pertengahan Mei kemarin. Mungkin sekarang sudah mencapai 70 persen, makanya kita optimis Agustus ini bisa merekrut siswa baru, tahun ajaran 2026-2027 itu sudah pakai sekolah baru, sekolah permanen SR baru," ujar dia di Makassar, Selasa.

Ia memprediksi pengerjaan pembangunan SR mencapai 100 persen pada akhir Juni hingga awal Juli lantaran sisa pengerjaan tidak lagi masuk kategori berat atau sisa penyelesaian.

"Yang berat itu kan konstruksinya, tetapi infrastruktur sudah selesai, konstruksi sudah selesai, tinggal finishing untuk pemasangan atap dan mungkin pengecatan dan lain-lain," katanya.

Ia mengatakan akan ada pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pangkep yang akan dimulai pada Juli dengan target selesai Desember 2026 sehingga dipastikan akan ada 10 Sekolah Rakyat pada Januari 2027.

"Pangkep bulan depan sudah mulai pembangunan dan selesainya Desember target kita, artinya untuk semester kedua anak-anak kita sudah bisa sekolah di sekolah permanen Pangkep. Artinya per Januari 2027, ada 10 Sekolah Rakyat di Sulsel," kata Malik.

Dia menjelaskan semua Sekolah Rakyat ini terintegrasi, yang berarti ada SD, SMP, SMA, masing-masing terdiri atas 18 kelas SD, sembilan kelas SMP, dan sembilan kelas SMA sehingga total 36 kelas. Setiap kelas menampung 30 orang sehingga total siswa dari 36 kelas 1.081 siswa yang akan mengikuti Sekolah Rakyat Terintegrasi.

"Kalau selesai per Desember ini kita punya kapasitas 10.800 kuota siswa SR. Ditambah 1.750 siswa saat ini dari tingkat SD, SMP, SMA yang bersekolah pada 16 sekolah rintisan di Sulawesi Selatan. Artinya masih banyak kekosongan yang akan diisi," ujarnya.

Maka dari itu, Dinas Sosial Provinsi Sulsel hingga Dinsos daerah akan menggenjot sosialisasi Sekolah Rakyat khususnya pada segmen masyarakat kurang mampu terkait tujuan Sekolah Rakyat untuk memutus rantai kemiskinan agar selanjutnya menjadi sejahtera.

Dia mengakui masih ada di antara masyarakat tidak mengetahui kehadiran Sekolah Rakyat dan peruntukannya sehingga sosialisasi menjadi penting dilakukan agar masyarakat paham program tersebut, termasuk untuk mengembalikan anak usia sekolah kembali ke sekolah.

"Ini tugas kami, karena kita tahu untuk usia anak sekolah yang tidak sekolah itu jumlahnya sekitar 142 ribu. Nah ini yang paling kita upayakan dari mereka adalah keluarga tidak mampu yang ada di desil 1 dan desil 2," ujarnya.

Sosialisasi akan dilakukan dengan pendekatan, kemudian penjangkauan ke rumah masyarakat oleh pekerja-pekerja sosial Dinsos seperti pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026