
Pelindo Regional 4 mencatat arus penumpang tumbuh 10,2 persen

Makassar (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 bersama anak usahanya mencatat pertumbuhan arus penumpang sebesar 10,2 persen secara tahunan pada periode Januari-Mei 2026.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis di Makassar, Selasa, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi melalui transportasi laut di kawasan timur Indonesia.
"Ekosistem kepelabuhanan di Regional 4 terus bergerak positif dan memberikan kontribusi terhadap konektivitas nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia," kata Abdul Azis.
Menurut dia, capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi operasional perusahaan dalam menjaga kelancaran transportasi laut dan arus logistik di tengah dinamika perdagangan dan tantangan ekonomi.
Peningkatan arus penumpang ditopang oleh sejumlah pelabuhan utama. Pelabuhan Kendari mencatat pertumbuhan tertinggi setelah dibukanya rute baru Kendari-Wawonii melalui Pangkalan Perahu.
Selain itu, Pelabuhan Balikpapan mengalami lonjakan jumlah penumpang selama periode mudik dan libur panjang, sedangkan Pelabuhan Ambon mencatat peningkatan aktivitas penumpang kapal PT Pelni dan kapal perintis.
Pelabuhan Ternate juga membukukan pertumbuhan setelah menerapkan sistem tiket elektronik. Sementara itu, Pelabuhan Parepare mencatat kenaikan signifikan selama musim mudik Lebaran.
Tidak hanya pada sektor penumpang, Pelindo Regional 4 juga mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 2,1 persen secara tahunan.
Peningkatan arus peti kemas didukung aktivitas yang lebih tinggi di Pelabuhan Kendari, Merauke, Manokwari, Sorong, dan Parepare.
Pada periode yang sama, arus kapal tumbuh sebesar 6 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya.
Pelabuhan Balikpapan, Ternate, Samarinda, Bontang, dan Ambon menjadi pelabuhan dengan kinerja terbaik dalam mendukung pertumbuhan arus kapal di wilayah kerja Pelindo Regional 4.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
