Logo Header Antaranews Makassar

Bahan pangan SPPG di Sulbar penuhi standar mutu

Rabu, 17 Juni 2026 19:14 WIB
Image Print
Tim Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulbar saat melakukan pengawasan, investigasi dan penindakan keamanan mutu pangan, pengambilan serta pengujian sampel Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT). ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pangan Daerah melaksanakan pengawasan, investigasi dan penindakan keamanan mutu pangan, pengambilan serta pengujian sampel pangan segar asal tumbuhan (PSAT) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah.

"Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan pangan yang beredar di masyarakat serta bahan pangan yang digunakan di SPPG memenuhi standar keamanan, mutu dan kesehatan," kata Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulbar Suyuti Marzuki, di Mamuju, Rabu.

Langkah strategis tersebut juga sejalan dengan program Panca Daya Pemprov Sulbar, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas pelayanan masyarakat melalui penyediaan pangan yang aman, sehat dan berkualitas.

"Pemerintah Provinsi Sulbar terus mendorong peningkatan kualitas layanan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," ujar Suyuti Marzuki

Pengawasan pangan menurut Suyuti Marzuki, menjadi langkah penting dalam menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat, termasuk bahan pangan yang disalurkan untuk mendukung program pelayanan gizi.

"Pengawasan keamanan pangan harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memperoleh jaminan bahwa pangan yang dikonsumsi aman dan memenuhi standar mutu. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat," jelasnya.

Sementara, Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulbar Nugroho Hamid menjelaskan, kegiatan tersebut meliputi pengambilan sampel berbagai komoditas hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan yang kemudian dilakukan pengujian untuk memastikan keamanan produk pangan.

"Sampel yang diambil akan diuji untuk mendeteksi kemungkinan adanya residu atau kandungan yang tidak memenuhi ketentuan keamanan pangan sehingga masyarakat dapat memperoleh pangan yang aman untuk dikonsumsi," jelasnya.

Pengawasan yang rutin dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas serta keamanan pangan sejak proses distribusi hingga sampai ke tangan konsumen.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026