
Jamaah haji kloter 23 asal Wajo tiba di tanah air, satu orang wafat

Makassar (ANTARA) - Jamaah haji kelompok terbang (kloter) 23 asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan tiba di tanah air melalui Debarkasi Makassar, satu orang haji diantaranya wafat di Makkah, Arab Saudi.
Wakil Koordinator Bidang Pelayanan Jamaah Lansia dan Disabilitas PPIH Debarkasi Makassar, H. Abd. Gaffar di Makassar, Kamis, saat menerima kepulangan dan mengajak seluruh hadirin membacakan Surah Al-Fatihah untuk haji yang wafat dalam rombongan tersebut.
"Selamat datang di Makassar untuk jamaah haji yang telah menunaikan semua rukun hajinya dan bagi jemaah yang wafat di Makkah, mari kita semua mengirimkan surah Al-fatihah untuk almarhum," ujarnya.
Berdasarkan data PPIH Debarkasi Makassar, Kloter 23 awalnya berjumlah 391 orang haji.
Satu orang haji asal Wajo, Lau Bade Mapperreng (66), wafat pada 22 Mei 2026, sementara dua haji lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi.
Pembacaan Al-Fatihah berlangsung khidmat dan diikuti seluruh jamaah serta lima Kabag Kesra daerah asal jamaah Kloter 23, yakni Kabupaten Wajo, Luwu Timur, Maros, Gowa, dan Kota Palopo.
Gaffar mengapresiasi seluruh petugas dan penyelenggara haji yang telah memberikan pelayanan optimal, termasuk kepada jemaah lansia dan penyandang disabilitas.
Data PPIH mencatat, Kloter 23 terdiri atas 324 haji asal Wajo, 27 haji asal Luwu Timur, 22 haji asal Palopo, tujuh haji asal Maros, dan dua haji asal Gowa, serta didampingi empat petugas kloter.
Pada kesempatan itu, Kabag Kesra Wajo, M. Arwes, mewakili pemerintah daerah menerima secara resmi penyerahan jemaah dari PPIH Debarkasi Makassar untuk selanjutnya dipulangkan ke daerah masing-masing.
Prosesi penerimaan berlangsung penuh haru. Di tengah suasana syukur atas kepulangan jemaah, doa bersama untuk almarhum menjadi pengingat bahwa perjalanan haji tidak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga meninggalkan jejak pengabdian hingga akhir hayat.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
