Logo Header Antaranews Makassar

Wagub Sulsel serahkan bantuan bagi korban kebakaran di Kelurahan Mangasa Makassar

Kamis, 18 Juni 2026 19:34 WIB
Image Print
Wagub Sulsel kunjungi lokasi kebakaran dan menyerahkan bantuan kepada korban di Kekurahan Mangasa, Makassar, Sulsel.ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel (.)

Makassar (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menyerahkan bantuan kepada para korban kebakaran di Kelurahan Mangasa, Makassar.

Sejumlah bantuan yang diserahkan berupa paket sembako, perlengkapan anak, selimut, terpal, tenda, serta bantuan uang tunai kepada warga terdampak.

Fatmawati Rusdi dalam keterangannya di Makassar, Kamis, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari respons cepat pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga pada masa awal pascakebakaran.

Fatmawati meminta kepada unsur Tripika Kecamatan bersama pemerintah kelurahan agar seluruh proses penanganan pascakebakaran berjalan tertib serta mengedepankan rasa keadilan bagi seluruh korban.

“Pak Camat, Pak Lurah, saya minta tolong dijaga kondusivitas wilayah dan pastikan seluruh bantuan yang datang dari berbagai pihak dikelola melalui posko agar pendistribusiannya dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi,” ujarnya.

Menurut dia, mekanisme tersebut penting agar bantuan dapat diterima secara merata sesuai kebutuhan masing-masing keluarga terdampak serta menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Lurah Mangasa M. Nurdyansyah menjelaskan setelah kunjungan tersebut pemerintah kelurahan bersama RT dan RW akan mengatur penyaluran bantuan dengan memanggil perwakilan setiap keluarga karena jenis bantuan yang diterima berbeda-beda sesuai kebutuhan.

“Semua bantuan disalurkan melalui posko berdasarkan data yang telah dihimpun. Dengan begitu, pembagiannya merata dan tidak menimbulkan kecemburuan di antara para korban,” ujarnya.

Salah seorang korban Dg Muji (43), mengaku bersyukur karena bantuan dan perhatian dari berbagai pihak datang tidak lama setelah kebakaran terjadi.

Berdasarkan data sementara, kebakaran yang terjadi pada Rabu, sekitar pukul 12.00 Wita diduga berasal dari korsleting listrik dan masih dalam proses pendalaman oleh pihak terkait. Api dengan cepat membesar karena kondisi permukiman yang padat serta tiupan angin yang cukup kencang.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 11 rumah terbakar dan menyebabkan 19 kepala keluarga atau 105 jiwa terdampak. Mereka terdiri atas lansia, balita, anak-anak, hingga orang dewasa.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026