
Pemprov Sulbar perkuat integrasi program strategis nasional dan Panca Daya

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) memperkuat integrasi program strategis nasional (PSN) dengan agenda pembangunan daerah, yakni program Panca Daya.
"Keberhasilan agenda pembangunan nasional sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah daerah dalam menerjemahkan, mengintegrasikan, melaksanakan dan memonitor program-program strategis secara efektif di lapangan," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat Amujib, di Mamuju, Kamis.
Amujib menyampaikan hal itu pada Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Provinsi Sulbar yang dilaksanakan atas kerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sulbar tersebut sekaligus dirangkaikan pencanangan Sensus Ekonomi Nasional tahun 2026.
Rakerpim Provinsi Sulbar Semester I tahun 2026 mengangkat tema 'Integrasi Strategis Menggerakkan Program Strategis Nasional untuk Akselerasi Target Provinsi: MBG, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih dan PSN Lainnya untuk Sembuh Stunting, Kemiskinan Berkurang, Ekonomi Melejit'.
Menurut Amujib, tema tersebut mencerminkan komitmen bersama agar setiap program nasional benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sulbar.
"Rakerpim Sulbar menjadi momentum penting untuk memperkuat integrasi Program Strategis Nasional dengan Panca Daya Sulbar yang menjadi arah pembangunan daerah," katanya.
Amujib menekankan percepatan pembangunan Sulbar membutuhkan kerja kolaboratif, terintegrasi dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.
"Berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah, tidak dapat diselesaikan secara parsial atau sektoral," ujarnya.
Ia menyampaikan Sulbar masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan, mulai dari penanganan stunting, pengurangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan daya saing ekonomi, ketahanan pangan, hingga peningkatan kualitas layanan dasar dan tata kelola pemerintahan.
Oleh karena itu, kata dia, berbagai program strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah pusat harus terhubung secara langsung dengan target pembangunan daerah.
Program tersebut di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, pembangunan rumah layak huni, penguatan Jaminan Kesehatan Nasional, pengendalian inflasi, revitalisasi pendidikan, pengelolaan cadangan pangan, hingga kemudahan investasi dan perizinan.
"PSN, Panca Daya, RPJMD, program kabupaten, instansi vertikal dan perangkat daerah harus menjadi satu ekosistem pembangunan yang saling memperkuat, bukan berjalan sendiri-sendiri," ujarnya.
Amujib juga menyoroti pentingnya penguatan sistem monitoring dan evaluasi pelaksanaan program strategis nasional agar seluruh program memiliki target yang terukur, berbasis data dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut dia, pengendalian inflasi daerah, penguatan ketahanan pangan, integrasi data kemiskinan, hingga pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional 2026 merupakan instrumen penting dalam mendukung pengambilan kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Ia berharap Rakerpim Sulbar tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga menjadi titik temu dan titik gerak bersama untuk memastikan seluruh program pembangunan, baik nasional maupun daerah, mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Melalui sinergi yang kuat, integrasi program yang baik dan pengawalan yang konsisten, kita optimistis target pembangunan Sulawesi Barat dapat dicapai secara lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan," kata Amujib.
Lima pilar Panca Daya Sulbar tersebut, meliputi penguatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, percepatan pengentasan kemiskinan, pembangunan sumber daya manusia unggul, peningkatan infrastruktur dan konektivitas wilayah, serta penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan dasar yang berkualitas.
Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
