Logo Header Antaranews Makassar

Rektor Unhas: Tantangan ekosistem laut direspons lewat data dan riset

Jumat, 19 Juni 2026 18:58 WIB
Image Print
Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa (JJ) menyampaikan arahan pada Forum Terumbu Karang Indonesia di Makassar. ANTARA/HO-Unhas

Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Jamaluddin Jompa (JJ) mengatakan bahwa tantangan terhadap ekosistem laut yang semakin kompleks hanya dapat direspons melalui kolaborasi berbasis data dan riset ilmiah yang kuat.

“Kompleksitas tantangan yang semakin meningkat menuntut keterpaduan antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan aksi nyata di lapangan,” kata Prof JJ dalam keterangannya di Makassar, Jumat.

Dalam Forum Terumbu Karang Indonesia yang digelar Unhas, fokus menyoroti kompleksitas tantangan ekologis serta upaya memperkaya pendekatan ilmiah dalam menjaga keberlanjutan terumbu karang.

Khususnya di kawasan Coral Triangle yang merupakan pusat keanekaragaman hayati laut dunia sekaligus wilayah dengan tekanan lingkungan yang semakin meningkat

Ekosistem laut menghadapi berbagai tantangan yang mengancam keberlanjutannya, antara lain perubahan iklim, pencemaran, eksploitasi sumber daya secara berlebihan, serta kerusakan habitat akibat pembangunan pesisir dan pertambangan.

Kondisi ini memperparah degradasi lingkungan laut, mengancam ketahanan pangan, keanekaragaman hayati, dan fungsi laut sebagai penyerap karbon.

Prof JJ berharap forum yang menghadirkan beragam pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, hingga praktisi konservasi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan arah baru dalam pengelolaan dan konservasi terumbu karang Indonesia.

Unhas berkomitmen memperkuat jejaring kolaborasi nasional yang melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan, lembaga riset, perguruan tinggi, serta organisasi konservasi.

Menurut dia, sebagai bagian dari Coral Triangle Initiative, Indonesia memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas ekosistem laut global. Terumbu karang tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga menopang ekonomi pesisir, perikanan berkelanjutan, serta ketahanan pangan masyarakat.

“Kami ingin forum ini berkembang menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan yang tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan aksi nyata untuk konservasi terumbu karang Indonesia,” tutur Prof JJ.

Sejumlah agenda strategis turut menjadi perhatian dalam forum ini, termasuk penguatan Indonesia Coral Reef Society, pengembangan Sistem Data Terumbu Karang Indonesia, perluasan jejaring restorasi, serta konsolidasi organisasi ahli terumbu karang nasional.

Agenda tersebut menegaskan pentingnya integrasi antara data, riset, dan kebijakan dalam satu ekosistem pengetahuan yang utuh.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026