Logo Header Antaranews Makassar

Wali kota Makassar ajak warga manfaatkan pertanian perkotaan

Sabtu, 20 Juni 2026 14:12 WIB
Image Print
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat ikut memanen hasil pertanian warga di Kecamatan Tallo melalui program urban farming, Sabtu (20/6/2026). ANTARA/HO-Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan Munafri Arifuddin mengajak warganya memanfaatkan lahan yang terbatas agar bernilai ekonomi dan menjadi penghasilan tambahan melalui program pertanian perkotaan (urban farming).

"Saya sudah berkeliling di banyak tempat dan melihat program urban farming ini, banyak yang sudah berhasil dan menjadi salah satu sumber pendapatan warga asalkan dikelola dengan serius," ujarnya saat mengunjungi lokasi urban farming di Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, Sabtu.

Munafri Arifuddin pun mengapresiasi program warga terkait adanya pertanian perkotaan di Kecamatan Tallo itu. Menurutnya, pengembangan konsep tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, praktik budidaya tanaman maupun pemeliharaan ternak di lingkungan perkotaan perlu terus didorong karena mampu memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.

"Hari ini, kita melihat langsung bagaimana masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk kegiatan urban farming. Ini adalah kegiatan yang sangat positif karena selain mendukung kebutuhan pangan keluarga, juga bisa menjadi sumber tambahan penghasilan bagi masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan, urban farming merupakan konsep pertanian yang memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan berbagai komoditas pangan, baik berupa sayuran, buah-buahan, ikan, maupun ternak. Kegiatan tersebut dapat dilakukan di pekarangan rumah, halaman kosong, balkon, atap bangunan, hingga dinding sebagai media tanam vertikal.

Menurut Munafri, keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan untuk bercocok tanam. Justru dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi sederhana, masyarakat dapat menghasilkan produk pangan yang bernilai ekonomi.

Tanaman seperti kangkung, bayam, cabai, tomat, maupun berbagai jenis sayuran lainnya, kata dia, sangat cocok untuk ditanam di lingkungan rumah dengan kolaborasi pihak Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2).

"Yang terpenting adalah kemauan untuk memulai. Tidak harus dengan lahan yang luas, masyarakat sudah bisa menghasilkan kebutuhan pangan untuk keluarga," ucapnya.

Sementara itu, Camat Tallo Andi Husni menjelaskan, Kecamatan Tallo saat ini menargetkan pengembangan sekitar 50 titik urban farming yang tersebar di berbagai kelurahan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan lokal.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026