
Piala Dunia 2026 - Apa hydration break?

Makassar (ANTARA) - Saat pertandingan sepakbola Piala Dunia 2026 berlangsung, di tengah babak pertama atau kedua, wasit menghentikan sejenak untuk istirahat yang disebut hydration break. Apa itu hydration break?
Hydration Break (sering juga disebut cooling break) di Piala Dunia 2026 adalah aturan jeda resmi selama 3 menit yang diberikan kepada pemain di tengah-tengah pertandingan untuk minum (rehidrasi) dan beristirahat sejenak.
Meskipun konsep jeda minum ini sudah pernah diterapkan di turnamen-turnamen sebelumnya, ada aturan baru yang sangat berbeda dan menjadi sorotan besar di Piala Dunia 2026.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai regulasi Hydration Break di Piala Dunia 2026:
1. Wajib di Semua Pertandingan (Tanpa Memandang Cuaca)
Di turnamen terdahulu, jeda minum hanya diberlakukan jika suhu udara atau indeks panas (Wet Bulb Globe Temperature) mencapai batas ekstrem tertentu (di atas 32°C). Namun, di Piala Dunia 2026, FIFA mewajibkan aturan ini di seluruh 104 pertandingan, tidak peduli apakah cuaca sedang sejuk, laga dimainkan malam hari, atau stadion memiliki atap tertutup dan ber-AC. FIFA menerapkan ini demi asas keadilan agar semua tim bertanding di bawah regulasi dan kondisi yang sama.
2. Durasi dan Waktu Pelaksanaan
Kapan dilakukan? Jeda ini terjadi dua kali dalam satu pertandingan, yaitu di pertengahan babak pertama (sekitar menit ke-22) dan pertengahan babak kedua (sekitar menit ke-67).
Berapa lama? Berlangsung tepat selama 3 menit dari peluit ditiup hingga pertandingan dimulai kembali.
Waktu Tambahan: Waktu 3 menit yang hilang ini tidak memotong waktu normal 90 menit, melainkan akan dihitung secara akurat dan ditambahkan oleh wasit ke dalam injury time (waktu tambahan) di akhir masing-masing babak.
3. Skema di Lapangan
Ketika menit menunjukkan waktu jeda, wasit akan mencari momen saat bola mati (natural pause) untuk meniup peluit tanda istirahat. Pemain dari kedua tim akan menghampiri pinggir lapangan untuk minum dan mendinginkan tubuh. Di momen ini, pelatih dan staf teknis juga diizinkan untuk memberikan instruksi taktis singkat kepada para pemainnya.
Pro dan Kontra
Kebijakan baru ini menuai perdebatan hangat sepanjang turnamen:
Sisi Positif (Kesehatan & Taktik): Sangat mendukung kesehatan pemain mengingat musim panas di Amerika Utara (AS, Meksiko, Kanada) bisa sangat menyengat. Selain itu, pelatih mendapat kesempatan langka untuk melakukan time-out gaya bola basket guna merombak strategi di tengah laga.
Banyak pemain (seperti Virgil van Dijk) dan fans mengkritik aturan ini karena dianggap merusak momentum dan ritme permainan yang sedang berjalan seru. Kritik juga datang dari penonton yang merasa jeda wajib ini sengaja diciptakan sebagai celah komersial agar stasiun televisi bisa menayangkan iklan tambahan di tengah pertandingan.
Pewarta : Antara
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
