
Geopark Matano segera ditetapkan sebagai Warisan Geologi Nasional

Makassar (ANTARA) - Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengatakan Geopark Matano di Luwu Utara, Sulawesi Selatan segera meraih status Warisan Geologi Nasional.
"Geopark Matano ini menunggu SK sebagai kawasan geologi yang diakui secara nasional. Jadi tinggal menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) penetapan sebagai Warisan Geologi Nasional dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)," katanya, saat dikonfirmasi dari Makassar, Senin.
Irwan mengatakan prosesnya sudah dijalani sesua tahapan penting dalam perjalanan Geopark Matano menuju status Geopark Nasional. Penetapan warisan geologi atau geoheritage menjadi salah satu syarat utama yang harus dipenuhi dalam pengusulan kawasan geopark di tingkat nasional.
Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus melakukan berbagai langkah percepatan, termasuk menjalin koordinasi langsung dengan Badan Geologi Kementerian ESDM.
Bupati Luwu Timur bersama tim percepatan pengusulan Geopark Matano melakukan audiensi untuk memastikan proses penetapan dapat segera diselesaikan.
Geopark Matano memiliki kekayaan geologi yang unik dan bernilai tinggi. Kawasan ini menyimpan berbagai situs geologi yang menjadi rekaman perjalanan bumi, sekaligus memiliki nilai ilmiah, pendidikan, konservasi, serta potensi pengembangan wisata berkelanjutan.
Selain itu, Geopark Matano juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis alam, budaya, dan edukasi.
Dukungan dari Badan Geologi menjadi sinyal positif bagi Kabupaten Luwu Timur untuk segera mewujudkan Geopark Matano sebagai salah satu kawasan geopark unggulan di Indonesia.
Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah daerah berharap seluruh pihak, mulai dari masyarakat, akademisi, komunitas hingga sektor swasta, dapat berkolaborasi menjaga kelestarian kawasan tersebut agar nilai geologi yang dimiliki tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
