Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov Sulbar mengusulkan tambahan kuota magang nasional

Selasa, 23 Juni 2026 20:16 WIB
Image Print
Kepala Disnakertrans Provinsi Sulbar Andi Farid Amri. ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju, Sulbar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengusulkan penambahan kuota pemagangan nasional sebagai salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.

"Usulan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan perluasan kesempatan kerja," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulbar Andi Farid Amri, melalui rilis yang diterima di Mamuju, Sulbar, Selasa.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana bersama Kepala Disnakertrans Andi Farid Amri, ke Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Jakarta.

Pada kunjungan tersebut, Sekda melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi untuk membahas berbagai program ketenagakerjaan yang dapat diimplementasikan di Sulbar.

Andi mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka pengangguran di Sulbar.

"Kami mengusulkan sejumlah program yang dapat dilaksanakan di Sulbar untuk mendukung penurunan angka pengangguran dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal," ujarnya.

Program prioritas yang diajukan, meliputi pelatihan kerja berbasis kompetensi yang diselenggarakan langsung di Sulbar serta perluasan program pemagangan bagi masyarakat Sulbar.

"Jadi, kami mengusulkan pelatihan berbasis kompetensi yang dilaksanakan di Sulbar serta meminta agar masyarakat Sulbar mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk mengikuti program pemagangan yang difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan," jelasnya.

Program pelatihan dan pemagangan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan ketrampilan tenaga kerja, sehingga lebih siap memasuki dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha secara mandiri.

Andi menyampaikan bahwa usulan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sulbar mendapat respons positif dari Kementerian Ketenagakerjaan.

"Alhamdulillah, respons dari kementerian sangat baik. Pak Sekjen menyambut positif seluruh usulan yang kami sampaikan dan akan menindaklanjutinya melalui rapat bersama para Direktur Jenderal terkait agar program-program tersebut dapat didukung dan direalisasikan," katanya.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulbar dan Kementerian Ketenagakerjaan dapat semakin diperkuat, sehingga berbagai program peningkatan kompetensi tenaga kerja, penyerapan tenaga kerja, dan pengurangan pengangguran dapat berjalan lebih optimal.

Langkah jemput bola yang dilakukan Pemprov Sulbar ini sejalan dengan agenda pembangunan daerah yang menempatkan pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, dan penciptaan lapangan kerja sebagai prioritas utama menuju Sulbar yang maju, sejahtera dan berdaya saing.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026