Logo Header Antaranews Makassar

Piala Dunia 2026 - Inggris kesulitan tembus pertahanan Ghana

Rabu, 24 Juni 2026 09:40 WIB
Image Print
Kwasi Sibo (8) dari Ghana bereaksi setelah pertandingan Grup L babak pertama Piala Dunia FIFA 2026 antara Inggris dan Ghana di Stadion Gillette (Stadion Boston) di Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat pada 23 Juni 2026. (ANTARA/Abdülhamid Hoşbaş - Anadolu Agency / pri.)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel mengakui timnya mengalami kesulitan menembus pertahanan rapat Ghana setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Boston, Rabu.

"Pujian untuk mereka. Saya jarang melihat performa fisik seperti itu dari sebuah tim. Mereka bertahan sangat dalam dengan 10 pemain sehingga menyulitkan kami. Mereka sangat disiplin dan sangat kuat secara fisik di setiap posisi, jadi kami membutuhkan waktu untuk menembus pertahanan itu dan menemukan ritme permainan," kata Tuchel usai pertandingan dikutip dari FIFA.

Inggris tampil dominan sepanjang laga dengan mencatatkan 79 persen penguasaan bola dan melepaskan 19 tembakan. Namun, kokohnya organisasi pertahanan Ghana membuat Harry Kane dan kawan-kawan gagal mencetak gol.

Menurut Tuchel, timnya harus bekerja keras untuk mengendalikan permainan sekaligus tetap waspada terhadap ancaman serangan balik lawan. Kondisi tersebut membuat Inggris tidak leluasa meningkatkan tempo permainan sejak awal pertandingan.

"Semua menjadi tanggung jawab kami untuk menemukan ritme permainan. Pada saat yang sama, kami harus berhati-hati agar tidak kebobolan lewat serangan balik," ujarnya.

Pelatih asal Jerman itu menilai pendekatan bertahan yang diterapkan Ghana menjadi faktor utama yang menggagalkan upaya Inggris meraih kemenangan.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026