
Kemlu RI kawal hasil pertemuan IGS ke-6 di Makassar

Makassar (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) segera menindaklanjuti dan mengawal hasil pertemuan 28 delegasi negara sahabat dalam Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) Makassar Investment Forum yang digelar pada 23-25 Juni 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Kemenlu menindaklanjuti serta mengawal hasil dari acara ini melalui komunikasi intens dengan perwakilan mereka di Jakarta dan juga dengan 131 perwakilan (kedutaan) yang ada di Indonesia dan luar negeri," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Heru Hartanto Subolo di Makassar, Kamis.
Menurutnya, pertemuan IGS keenam tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi budaya dan diplomasi, melainkan membuka peluang investasi ekonomi dalam bidang perdagangan, pariwisata, komoditas laut, industri kreatif, serta berbagai sektor lainnya yang berpotensi dikerjasamakan.
"Jadi, kita tidak berhenti tetapi kita akan kawal terus. Kesuksesan di Makassar adalah kesuksesan di Sulawesi Selatan dan kesuksesan Indonesia. Ini memberikan hal yang luar biasa, bagi asing, mitra asing, untuk bisa melihat Makassar begitu potensi yang luar biasa dan menindaklanjutinya," kata Heru.
Oleh karena itu diplomasi yang kini sedang dibangun tidak berhenti pada perundingan, lanjut dia, yang terpenting adalah inti dari pertemuan itu akan ditindaklanjuti.
Pihaknya turut mengapresiasi pemerintah kota dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan IGS seri keenam tersebut. Heru menilai Makassar sebagai ibu kota provinsi Sulsel mempunyai modal besar dalam memperkuat perannya sebagai pusat atau hub perekonomian di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Sebab posisi Sulsel kini menjadi mitra global bagi negara negara sahabat serta lokasinya strategis yang dapat menggerakkan ekonomi maritim, memiliki kekuatan pertanian, pangan, pariwisata, serta perkembangan infrastrukturnya.
Para delegasi yang hadir telah disuguhkan sejumlah potensi investasi yang menjanjikan untuk diidentifikasi, mana saja yang dapat di kerja samakan antara pemerintah kota, pebisnis lokal serta para delegasi.
"Gastro Diplomasi Series ini adalah salah satu dari alat kita untuk menjembatani hubungan antara pihak luar dengan pemerintah daerah. Ini salah satu tools (alat) untuk soft power diplomacy (kekuatan diplomasi)," ucapnya.
Melalui sejumlah kuliner khas yang disajikan kepada para delegasi, Heru menilai hal itu merupakan diplomasi yang sangat baik, karena makanan adalah bahasa universal yang dapat menyatukan berbagai orang-orang dan budaya dalam satu di meja makan.
"Termasuk saat ini, dimana gastro menjadi jembatan untuk promosi pariwisata, promosi perdagangan, dan investasi, termasuk pendidikan seperti disampaikan Pak Wali, kepada 28 perwakilan asing yang hadir, ini luar biasa sekali," paparnya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan duta besar masing masing negara peserta telah melihat potensi di bagian utara dan selatan Kota Makassar secara umum. Ini untuk memastikan investasi bisa masuk dengan baik, aman, dan nyaman, termasuk peluang yang ditawarkan menarik bagi mereka seperti wisata pulau dan potensi kekayaan hasil laut.
"Ada minat dari beberapa negara, kita lanjutkan dengan forum bisnis secara detail di utara kota untuk memastikannya, tidak hanya menunggu apa yang menjadi keunggulan daerah, tapi harus diikuti . Sudah ada delapan negara yang bertemu langsung dan kita tindaklanjuti secepatnya, termasuk (pengelolaan) pulau Lanjukang serta potensi wisata yang kita miliki," tuturnya.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
