
Pemprov Sulsel perkuat UMKM masyarakat pesisir dan kepulauan Pangkep

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan fokus memperkuat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masyarakat pesisir dan kepulauan di Kabupaten Pangkep, Sulsel melalui bantuan peralatan produksi.
Pemprov Sulsel menyerahkan bantuan alat pembuat ikan asap kemasan dan peralatan pengolahan nugget kepada kelompok masyarakat penerima manfaat.
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga mendorong UMKM kepulauan agar berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Menurutnya, pelaku usaha perlu didorong memenuhi berbagai persyaratan usaha, mulai dari izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, hingga peningkatan kualitas kemasan produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Sebanyak 30 kelompok menerima pelatihan pengolahan ikan asap, sementara 30 kelompok lainnya memperoleh bantuan peralatan pengolahan nugget sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan yang menjadi komoditas unggulan masyarakat setempat.
Ia menargetkan produk unggulan masyarakat Pulau Sabutung, Pangkep seperti ikan asap dan nugget olahan hasil laut, dapat dikenal lebih luas serta masuk ke pasar modern dan platform pemasaran digital.
Pemprov Sulsel menilai penguatan UMKM kepulauan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperluas akses produk lokal ke pasar yang lebih kompetitif.
“Kita tidak ingin hanya memberikan bantuan. Yang kita harapkan adalah UMKM naik kelas, produknya dikenal lebih luas, dan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi keluarga,” kata Fatmawati.
Selain sektor ekonomi, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk meninjau pelayanan kesehatan masyarakat. Wagub bersama Kepala Dinas Kesehatan Sulsel mengunjungi fasilitas kesehatan setempat dan berdialog dengan tenaga kesehatan maupun warga.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
