Logo Header Antaranews Makassar

Penyaluran KUR di Sulsel capai Rp7,78 T per Mei 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 20:15 WIB
Image Print
Nelayan mengangkut ikan saat bongkar muat hasil tangkapannya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (7/10/2024). Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Sulawesi Selatan mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada sektor perikanan di Sulsel hingga Agustus 2024 mencapai Rp458,21 miliar atau 3,95 persen dari total KUR yang telah disalurkan di daerah itu sebanyak Rp11,60 triliun. ANTARA FOTO/Arnas Padda/aww.

Makassar (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di daerah itu mencapai Rp7,78 triliun hingga Mei 2026.

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II, Kanwil DJPb Kemenkeu Sulsel Angkaswantoro di Makassar, Sabtu, mengatakan penyaluran KUR kepada usaha mikro menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem karena mayoritas pelaku usaha mikro berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja informal.

"Untuk KUR per Mei 2026 itu tersalurkan Rp7,78 triliun dan setiap nasabah hanya diwajibkan membayar bunga pinjaman sebesar 6 persen sementara sisanya sekitar 9 persen ditanggung pemerintah," ujarnya.

Angkaswantoro mengatakan penyaluran ini masih didominasi untuk sektor pertanian dengan penyaluran sebesar Rp3,62 triliun.

Ia menyatakan tingginya penyaluran pada sektor pertanian mencerminkan kuatnya peran sektor tersebut sebagai penggerak utama perekonomian daerah sekaligus penopang ketahanan pangan di Sulawesi Selatan.

Selain pertanian, sektor perdagangan juga menerima porsi besar dengan total penyaluran Rp2,02 triliun.

Sementara itu, sektor real estate memperoleh penyaluran KUR sebesar Rp671,79 miliar. Adapun sektor lainnya menerima pembiayaan sebesar Rp1,47 triliun.

"Sebaran penyaluran ini menunjukkan bahwa KUR terus dimanfaatkan oleh pelaku usaha lintas sektor untuk memperkuat modal kerja dan mengembangkan usaha produktif," katanya.

Angkaswantoro mengungkapkan bahwa penyaluran KUR terbesar berada di Kabupaten Bone. Ia berharap tingginya penyaluran di daerah tersebut dapat menjadi pemicu pemerataan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah di wilayah lain di Sulawesi Selatan.

Pemerintah, kata dia, terus mendorong optimalisasi KUR agar mampu memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Ia mengaku, pihak perbankan juga telah mengupayakan berbagai cara untuk meningkatkan penyaluran pada sektor usaha perikanan, apalagi perbankan juga bertekad menjaga kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) di bawah 2 persen.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026