
Sulbar ajak para ayah bentengi anak dari algoritma

Mamuju (ANTARA) - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfo SP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Muhammad Ridwan Djafar mengajak para ayah di daerah itu agar dapat membentengi anak-anak mereka dari algoritma.
"Di era yang serba cepat dan tak pasti ini, peran aktif ayah menjadi benteng paling krusial untuk menyelamatkan moral dan masa depan generasi muda Sulbar dari ancaman algoritma dunia maya," kata Ridwan Djafar, di Mamuju, Senin.
Ridwan menyampaikan itu pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33, yang dilaksanakan Pemprov Sulbar di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar.
Peringatan Herganas tahun ini mengangkat tema 'Ayah Wajib Hadir', menurut Ridwan, menjadi penegasan bahwa teknologi digital bagaikan pisau bermata dua yang bisa berbalik merusak mental anak jika orang tua absen mengawasi.
"Hari ini kita melihat fenomena di mana gawai sering kali mengambil alih peran orang tua. Kita tidak boleh membiarkan pola pikir, moral dan masa depan anak-anak kita dikuasai oleh algoritma digital yang tidak bermoral," ujarnya.
Ruang digital, menurut dia, harus diwaspadai agar tidak merusak mental generasi muda Sulbar.
Ia menyoroti ancaman nyata fenomena fatherless country, sebuah kondisi miris di mana ayah ada secara fisik di rumah, namun jiwanya absen secara psikologis dari kehidupan anak.
Kekosongan perhatian dan kasih sayang dari seorang ayah inilah yang kerap melempar anak-anak pada pelarian semu di dunia maya, yang memicu rentetan masalah sosial seperti perundungan (bullying), tawuran, hingga narkoba.
Ridwan mengajak para ayah untuk mengambil peran penuh di rumah, membatasi waktu layar (screen time), dan kembali membangun kedekatan emosional demi menyiapkan mental anak menuju Indonesia Emas 2045.
"Bangun dialog yang hangat, dan batasi waktu layar anak-anak kita pada hal-hal yang produktif saja. Jangan sampai meja makan kita sunyi hanya karena semua sibuk menatap layar masing-masing," jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh keluarga di Sulbar menjadikan momentum peringatan Harganas sebagai awal perubahan untuk memperkuat karakter dan mental anak langsung dari dalam rumah.
"Mari kita jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman, sehat, cerdas dan dirindukan oleh anak. Dengan komitmen bersama membatasi dampak negatif dunia digital, kita dapat melahirkan generasi pemenang yang bermoral dan bermental baja," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mendampingi dan mengawasi anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurut dia, penggunaan telepon genggam yang tidak diawasi dapat memberikan dampak negatif karena berbagai informasi yang belum layak dikonsumsi anak-anak, dapat dengan mudah diakses melalui gawai.
"Kalau penggunaan HP tidak kita atur, maka ini bisa membawa dampak yang kurang baik karena berbagai informasi dapat diterima oleh anak-anak kita yang mungkin belum memiliki kemampuan untuk memilah, mana yang baik dan mana yang tidak," katanya.
Ia mengingatkan agar keluarga selalu hadir sebagai tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang dan pendidikan karakter.
"Oleh sebab itu saya berpesan, keluarga harus hadir bagi anak-anak. Jangan membiarkan anak-anak kehilangan harapannya, kehilangan magnet keluarga sehingga mencari pelarian di luar," ujar Junda.
Ia menegaskan tanggung jawab membina dan mendidik anak, bukan hanya berada di pundak seorang ibu, tetapi juga merupakan peran ayah yang harus dijalankan secara bersama-sama.
"Kita sebagai orang tua, baik ibu maupun ayah, sama-sama bertanggung jawab. Bukan hanya ibu, ayah juga harus turut berperan aktif dalam membina anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa, negara, dan agama," kata Junda Maulana.
Pewarta : Amirullah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
