Logo Header Antaranews Makassar

Sidrap optimistis serap 1 juta ton gabah di 2026

Selasa, 30 Juni 2026 15:15 WIB
Image Print
Ilustrasi. Aktifitas petani Sidrap yqng melakukan penanaman untuk Masa Tanam 2 tahun 2026. ANTARA/Nur Suhra Wardyah (B)

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sidrap melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) optimistis mampu menyerap 1 juta ton gabah kering di 2026 sesuai yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto.

"Insya Allah kami optimistis masa tanam dua (MT2) ini kami akan berhasil tingkatkan serapan meskipun berhadapan dengan kemarau, sesuai prediksi BMKG," ujar Kepala Dinas DPTPH Sidrap Ibrahim di Sidrap, Selasa.

DTPHP Sidrap mencatat capaian penyerapan gabah kering petani hingga Mei 2026 sebanyak 258.142,41 ton dengan luas panen 46.682 ha setara beras 154.884,846 ton.

"Ini belum semua masuk catatan, masih ada sekitar 5000 an hektar yang belum tercatat secara akumulasi. Itu bisa menghasilkan sekitar 30.000 Gabah Kering Padi (GKP), jadi tentu MT1 capaiannya lebih besar daripada catatan yang ada sekarang," tambahnya.

Pada tahun sebelumnya, Pemkab Sidrap berhasil mencapai target serapan GKP sebanyak 670.000 ton dan tahun ini ditargetkan hingga 1 juta ton dengan kenaikan menghampiri 50 persen atau selisih 330.000 ton.

Maka dari itu, angka 1 juta ton ini dibarengi sejumlah kebijakan infrastruktur pertanian seperti tata kelola air yang benar, persiapan benih yang harus tersedia, dan penguatan SDM atau petani dilakukan melalui kelompok tani.

Menurut Ibrahim, target ini menjadi momentum bagi Pemkab Sidrap bersama petani untuk berkontribusi terhadap ketahanan pangan secara nasional.

"Salah satu caranya tentu melalui benih yang harus kita setting dan rencanakan baik-baik, sehingga dia tidak melampaui ambang batas setiap dalam satu tahunnya, termasuk menggunakan benih super genjah dua kali," ujarnya.

Peningkatan hasil pertanian di Sidrap juga diakui Ibrahim tidak lepas dari kolaborasi bersama pihak PLN yang mengalirkan listrik masuk sawah sehingga petani lebih hemat dalam operasional, khususnya bagi 18.000 hektar sawah tadah hujan.

Melalui listrik masuk sawah, Pemkab Sidrap juga menekan subsidi pemerintah dalam hal penggunaan gas LPG, solar maupun bensin.

"Dengan adanya dukungan PLN, ini memberikan kontribusi besar kepada sektor pertanian atas efisiensi menyangkut tenaga, biaya, kemudian kekuatan airnya juga lebih cepat terpenuhi dengan metode tekanan merata, berbeda jika menggunakan mesin," urainya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026