Logo Header Antaranews Makassar

Kemiskinan Ekstrem Jeneponto turun jadi 1,08 persen

Selasa, 30 Juni 2026 19:51 WIB
Image Print
Data BPS, kemiskinan esktrem Kabupaten Jeneponto. ANTARA/HO-Humas Diskominfo Jeneponto

Makassar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jeneponto mengalami penurunan signifikan dari 2,51 persen pada tahun 2024 menjadi 1,08 persen pada tahun 2025, atau turun 1,43 poin persentase.

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Jeneponto sebagai daerah dengan angka kemiskinan ekstrem terendah ke-4 di Provinsi Sulawesi Selatan, setelah Kabupaten Sidenreng Rappang (0,94 persen), Bulukumba (0,98 persen), dan Soppeng (1,07 persen).

Tidak hanya itu, Jeneponto juga mencatatkan penurunan kemiskinan ekstrem tertinggi ke-3 di Sulawesi Selatan, hanya berada di bawah Kabupaten Kepulauan Selayar yang turun 1,95 poin persentase dan Tana Toraja yang turun 1,45 poin persentase.

Bupati Jeneponto Bupati Jeneponto Paris Yasir dalam keterangannya diterima di Makassar, Selasa, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.

Menurut dia, hasil ini merupakan bukti bahwa berbagai program pemerintah yang menyasar masyarakat miskin mulai menunjukkan dampak yang nyata.

"Alhamdulillah, ini merupakan kabar baik bagi Kabupaten Jeneponto. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan ekstrem kita berhasil turun dari 2,51 persen pada tahun 2024 menjadi 1,08 persen pada tahun 2025. Dengan capaian ini, Jeneponto menjadi daerah dengan angka kemiskinan ekstrem terendah ke-4 di Sulawesi Selatan dan penurunan tertinggi ke-3 di provinsi. Artinya, masyarakat miskin kita sudah mulai terangkat perekonomiannya. Ke depan, kita akan terus memperkuat berbagai program pemberdayaan agar mereka dapat keluar dari kemiskinan secara paripurna dan menikmati kesejahteraan yang berkelanjutan," ujar Bupati Jeneponto.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, penguatan UMKM, serta perlindungan sosial yang tepat sasaran.

Capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk terus bersinergi dalam mewujudkan Jeneponto Bahagia, dengan masyarakat yang semakin mandiri, produktif, dan sejahtera.(*/Inf)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026