
Pemprov Sulbar perkuat ketangguhan desa menghadapi bencana

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat meluncurkan program Desa Tangguh Bencana (Destana) berbasis kolaborasi sebagai upaya memperkuat ketangguhan desa di daerah setempat dalam menghadapi situasi bencana.
"Program ini menjadi langkah strategis Pemprov Sulbar memperkuat kapasitas masyarakat desa menghadapi berbagai ancaman bencana melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana pada peluncuran program Destana di Majene, Rabu.
Peluncuran program Destana berbasis kolaborasi itu, dihadiri Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Majene, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten se-Sulbar, unsur forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan serta relawan kebencanaan.
Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPBD Sulbar dalam menghadirkan inovasi Destana berbasis kolaborasi.
"Pemerintah Provinsi Sulbar mendukung penuh implementasi program tersebut sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan masyarakat dari tingkat desa," ujar dia.
Program ini, menurut dia, relevan dengan kondisi Sulbar yang mempunyai indeks risiko bencana tinggi, mulai dari tanah longsor, banjir, hingga gempa bumi yang sering terjadi meski dalam skala kecil.
Ia mengatakan pengalaman menghadapi gempa besar di Mamuju dan Majene pada 2021 menjadi pengingat bahwa daerah ini perlu lebih siap menghadapi bencana.
"Bencana yang tidak bisa kita elakkan tapi paling tidak, setelah ada bencana, kita sudah siap untuk menghadapi bencana tersebut," ujarnya.
Ia menjelaskan Destana berbasis kolaborasi dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni kolaborasi melibatkan masyarakat, pemerintah desa, hingga pemerintah kabupaten dan provinsi secara bersamaan.
Selain itu, katanya, kesiapsiagaan karena kesiapan menjadi penentu seberapa baik suatu wilayah mampu menghadapi bencana dan gotong royong menjadi kekuatan terbesar bangsa Indonesia dalam menghadapi situasi darurat.
"Ini harus gotong royong, tidak boleh pemerintah saja, tidak boleh masyarakat saja. Semangat gotong royong kita harus hidupkan, karena ini untuk bisa memitigasi dan mencegah korban jiwa yang besar jika terjadi bencana," demikian Junda Maulana.
Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
