
BPS: Inflasi Sulsel capai 3,56 persen pada Juni 2026, emas jadi penyumbang utama

Makassar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat laju inflasi year on year (yoy) atau tahunan mencapai 3,56 persen pada Juni 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,06, dan emas serta bahan pangan menjadi penyumbang utamanya.
Kepala BPS Sulsel Aryanto di Makassar, Rabu, menjelaskan bahwa tekanan inflasi tahunan terutama didorong oleh kenaikan harga pada sebelas dari dua belas kelompok pengeluaran.
"Kelompok dengan kontribusi inflasi tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak 10,48 persen, disusul kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,69 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,1 persen," ujarnya.
Aryanto mengaku kenaikan juga terjadi pada kelompok transportasi (2,57 persen), informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (1,64 persen), serta pendidikan (1,26 persen). Satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi adalah pakaian dan alas kaki dengan penurunan 0,42 persen.
Dia merinci bahwa komoditas yang paling dominan memberikan andil terhadap inflasi y-on-y adalah emas perhiasan dengan sumbangan 0,77 persen.
Disusul oleh sejumlah bahan pangan strategis seperti ikan layang/benggol (0,14 persen), tomat (0,13 persen), cabai rawit (0,13 persen), daging ayam ras (0,12 persen), beras (0,11 persen), minyak goreng (0,11 persen), dan bawang merah (0,09 persen).
Sementara itu, komoditas non-pangan seperti bensin dan sigaret kretek mesin juga turut menyumbang inflasi masing-masing sebesar 0,12 persen.
Sementara untuk inflasi bulanan (mtm), bensin menjadi penyumbang terbesar sebesar 0,11 persen, diikuti ikan layang dan cabai merah.
"Secara spasial, tingkat inflasi di Sulsel bervariasi antarwilayah. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Luwu Timur sebesar 4,32 persen dengan IHK 113,76, sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Bulukumba sebesar 2,57 persen dengan IHK 110,54," katanya.
Aryanto mengaku, meski terjadi kenaikan harga pada berbagai komoditas pokok dan jasa, laju inflasi Sulsel hingga pertengahan tahun 2026 masih terkendali dalam batas target pemerintah, meski tetap memerlukan pengawasan ketat terhadap stabilitas pasokan pangan dan energi menjelang semester kedua tahun ini.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
