Logo Header Antaranews Makassar

9.254 Wisman kunjungi Sulsel hingga Mei 2026

Kamis, 2 Juli 2026 22:01 WIB
Image Print
Ilustrasi - Beberapa wisatawan nusantara dan mancanegara saat berada di salah satu site Geopark Maros-Pangkep di kawasan Rammang-Rammang, di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulsel. ANTARA/Muh Hasanuddin

Makassar (ANTARA) - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke wilayah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Januari-Mei 2026 mencapai 9.254 orang yang didominasi oleh turis asal Malaysia dan Tiongkok.

Kepala BPS Sulsel Aryanto, di Makassar, Kamis, mengatakan wisman yang mengunjungi Sulsel selama lima bulan itu tersebar dari berbagai benua yang didominasi oleh Asia Tenggara.

"Kalau kunjungan yang mendominasi tetap dari benua Asia seperti dari Malaysia, Tiongkok, dan Singapura. Kemudian yang dari Eropa itu banyak dari Prancis, Belanda, Jerman dan lainnya," ujarnya.

Untuk kunjungan wisatawan yang datang melalui pintu kedatangan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada April 2026 sebanyak 1.922 orang, kemudian naik menjadi 2.063 pada Mei 2026.

Adapun wisatawan mancanegara asal Malaysia yang datang pada Mei ini sebanyak 1.388 kunjungan, Tiongkok (143 kunjungan), Singapura (83 kunjungan), dan India dengan 20 kunjungan.

Kemudian dari benua Eropa, mulai dari Prancis sebanyak 42 kunjungan, Jerman (41 kunjungan), Belanda (26 kunjungan), Spanyol (19 kunjungan), Italia (14 kunjungan), Inggris (12 kunjungan), dan Austria sebanyak 8 kunjungan.

Aryanto mengatakan jika membandingkan pada periode Mei 2026 dengan periode yang sama tahun 2025, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah Sulsel meningkat 40,53 persen atau hanya 595 kunjungan.

Sementara itu, angka perjalanan wisatawan nasional (wisnas) yang masuk melalui pintu kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin pada Mei 2026 tercatat sebanyak 2.789 perjalanan.

Angka ini mengalami penurunan sebesar 65,86 persen dibandingkan bulan sebelumnya April 2026 (mtm), yakni 8.166 perjalanan. Begitu pula bila dibandingkan dengan Mei 2025 (yoy), perjalanan wisnas mengalami penurunan sebesar 12,98 persen atau sekitar 3.205 perjalanan.

Menurut dia, perubahan jumlah perjalanan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola musiman, kondisi ekonomi, hingga jadwal libur nasional yang berbeda antara bulan Januari dan Februari.

"Pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata diharapkan terus mendorong berbagai strategi untuk menjaga tren kunjungan wisatawan tetap positif pada bulan-bulan berikutnya," ujarnya pula.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026