
Prajurit Kodaeral VI gagalkan pembajakan dan lumpuhkan serangan musuh

Makassar (ANTARA) - Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) menggelar Latihan Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS), Pertahanan Pangkalan (Hanlan), dan Penindakan Huru-Hara (Dakhura) dalam meningkatkan kemampuan serta antisipasi adanya menggagalkan pembajakan dan melumpuhkan serangan musuh.
Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz di Makassar, Kamis, memantau langsung proses latihan itu dan menyampaikan jika latihan terintegrasi merupakan komitmen nyata TNI AL dalam menjaga kesiapan tempur dan merespons segala bentuk ancaman secara cepat, tepat, profesional.
"Latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan uji kesiapsiagaan sejati prajurit dan alutsista kita. Dinamika ancaman bisa terjadi kapan saja, baik di laut maupun di pangkalan," ujarnya.
Laksda TNI Andi Abdul Aziz menyampaikan melalui latihan intensif yang memadukan unsur VBSS, Hanlan, hingga penanganan huru-hara ini, pihaknya ingin memastikan bahwa Kodaeral VI selalu berada dalam kondisi siap siaga 24 jam untuk memukul mundur musuh dan menjaga kedaulatan wilayah.
Dalam latihan itu, suasana di sekitar Makodaeral VI mendadak tegang. Deru mesin sea rider memecah ombak, berkejaran dengan waktu demi menyelamatkan sandera di atas kapal yang dikuasai pembajak.
Tak lama berselang, sirine bahaya udara meraung-raung di pangkalan, disusul berkobarnya api akibat simulasi serangan musuh. Namun, dengan gerak cepat dan taktis, seluruh ancaman tersebut berhasil dilumpuhkan dalam sekejap.
Aksi memukau dimulai di perairan sekitar pantai Kodaeral VI. Tim reaksi cepat VBSS yang didukung oleh Alutsista tangguh KAL Mamuju II.6-64 dan sea rider melakukan manuver tajam dan infiltrasi cepat untuk merebut kembali kapal umum yang dibajak.
Dengan perhitungan matang dan gerakan senyap, tim berhasil melumpuhkan para pembajak dan menyelamatkan sandera tanpa cedera. Tak berhenti di laut, simulasi ancaman bergeser ke darat.
Markas Kodaeral VI diguncang skenario serangan udara dari musuh. Dalam hitungan detik, Tim Pertahanan Pangkalan (Hanlan) langsung mengambil posisi tempur, sementara Tim Pemadam Kebakaran dengan sigap melokalisir dan menjinakkan kobaran api yang timbul akibat dampak serangan tersebut, mencegah kerusakan lebih lanjut pada objek vital pangkalan.
Ketegangan mencapai puncaknya di Gerbang Utama Kodaeral VI saat massa demonstran mulai bertindak anarkis. Guna mengatasi situasi, Tim Penanggulangan Huru Hara (PHH) bersama Polisi Militer (POM) TNI AL Kodaeral VI langsung membentuk formasi barikade kokoh.
Aksi pengamanan ini kian intens dan dinamis dengan diterjunkannya anjing pelacak unit K-9 untuk memecah konsentrasi massa secara terukur.
Di sisi lain, Tim Medis Reaksi Cepat Kodaeral VI juga bergerak luar biasa sigap di garis evakuasi, memberikan pertolongan pertama yang krusial bagi korban terdampak.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
