Logo Header Antaranews Makassar

Unhas tingkatkan literasi risiko finansial bencana kepada pelajar di Selayar

Minggu, 5 Juli 2026 06:24 WIB
Image Print
Illuminata Wynnie saat mengedukasi pelajar SMA terkait literasi risiko finansial bencana di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/07/2026). ANTARA/HO-Dok.Dosen FMIPA Unhas

Makassar (ANTARA) - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin (FMIPA Unhas) meningkatkan literasi risiko finansial bencana kepada puluhan pelajar di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Giat yang dilaksanakan para tim pengajar FMIPA Unhas tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang menargetkan para generasi muda.

Ketua tim pengabdian Saaduddin menyebut giat ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi risiko di kalangan generasi muda, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tingkat kerentanan terhadap berbagai ancaman bencana.

"Kita berharap dari giat ini, para pelajar dapat menjadi agen perubahan yang menularkan budaya kesiapsiagaan kepada keluarga dan masyarakat," katanya.

Menurut Saaduddin, generasi muda perlu dibekali kemampuan memahami risiko secara komprehensif. Kesiapsiagaan tidak hanya berhenti pada pengetahuan evakuasi, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu merencanakan ketahanan finansial sebagai bagian dari pengurangan risiko bencana.

Pada kegiatan ini, peserta yang merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Selayar mengikuti simulasi perhitungan dana darurat desa sebagai bentuk pembelajaran berbasis kasus.

Melalui simulasi tersebut, para siswa diajak menghitung kebutuhan dana darurat berdasarkan data historis kejadian bencana, menentukan besaran iuran yang adil bagi masyarakat, serta memahami biaya operasional yang diperlukan dalam pengelolaan dana kolektif.

Illuminata Wynnie sebagai salah satu narasumber kegiatan menyampaikan kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fisik maupun pengetahuan evakuasi, tetapi juga kesiapan finansial yang sering kali luput dari perhatian masyarakat.

Bagi dia, literasi risiko merupakan kemampuan seseorang untuk memahami potensi risiko yang dihadapi, memperkirakan dampaknya, dan mengambil keputusan yang tepat untuk mengurangi kerugian.

"Pada daerah rawan bencana seperti Kepulauan Selayar, kesiapan finansial menjadi salah satu bentuk mitigasi yang sangat penting," ujar Wynnie.

Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut sejalan dengan teori manajemen risiko yang menekankan bahwa risiko tidak dapat dihilangkan, tetapi dapat dikelola melalui perencanaan, pembagian risiko (risk sharing), serta penyediaan cadangan dana sebelum bencana terjadi.

Pendekatan ini juga selaras dengan konsep literasi keuangan yang mendorong masyarakat mengambil keputusan finansial secara rasional berdasarkan potensi risiko yang dihadapi.

Seorang peserta bernama Apriyani Dwi Cakra mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya kesiapan finansial dalam menghadapi bencana agar dapat pulih lebih cepat setelah bencana terjadi.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami menjadi memahami bahwa selain harus mengetahui cara menyelamatkan diri saat bencana, masyarakat juga perlu mempersiapkan kondisi keuangan khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026