Logo Header Antaranews Makassar

Sekda Sulsel sebut hilirisasi SDA tingkatkan daya saing ekonomi

Selasa, 7 Juli 2026 19:21 WIB
Image Print
Sekda Sulsel Jufri Rahman. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel

Makassar, Sulsel (ANTARA) - Sekretaris Daerah Sulsel Jufri Rahman mengatakan program hilirisasi sumber daya alam (SDA) menjadi kunci peningkatan nilai tambah dan daya saing untuk perekonomian daerah.

"Hilirisasi adalah kunci untuk menciptakan nilai tambah maksimal dari sumber daya alam Sulawesi Selatan dan mewujudkan ekonomi daerah yang maju, mandiri, dan berkelanjutan," ujar Jufri, dalam keterangannya di Makassar, Sulsel, Selasa.

Ia menjelaskan Sulawesi Selatan memiliki potensi sumber daya mineral dan batu bara (minerba) yang melimpah, antara lain nikel, bijih besi, batu bara, batu kapur, granit, pasir silika, marmer, tras, hingga tanah liat sebagai bahan baku semen dan keramik.

Potensi tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan industri pengolahan yang mampu memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

Jufri mengatakan pengembangan hilirisasi di Sulawesi Selatan mulai tumbuh melalui sejumlah kawasan industri.

Namun, sebagian besar komoditas minerba masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah yang diperoleh daerah belum optimal.

Di sisi lain, jumlah industri pengolahan dan pemurnian juga masih terbatas dibandingkan besarnya potensi sumber daya yang dimiliki.

Ia menambahkan peluang hilirisasi tidak hanya terbatas pada pembangunan fasilitas pemurnian (smelter) nikel, tetapi juga mencakup pengembangan industri stainless steel, baterai kendaraan listrik, baja, semen, marmer, gasifikasi batu bara, hingga petrokimia.

Pengembangan industri tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan nilai tambah produk olahan hingga empat sampai sepuluh kali lipat dibandingkan ekspor bahan mentah.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diatasi agar hilirisasi dapat berjalan optimal.

Tantangan tersebut meliputi sinkronisasi kewenangan, keterbatasan pasokan energi, infrastruktur logistik yang belum terintegrasi, kebutuhan investasi yang besar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga kepastian pasokan bahan baku bagi industri pengolahan.

"Mengatasi tantangan secara terintegrasi adalah kunci keberhasilan hilirisasi mineral di Sulawesi Selatan," katanya pada kegiatan FGD hilirisasi di Makassar.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026