Logo Header Antaranews Makassar

Cegah stunting, Polda Sulbar dan Kemendukbangga perkuat sinergi

Rabu, 8 Juli 2026 20:11 WIB
Image Print
Kapolda Sulbar Inspektur Jenderal Polisi Adi Deriyan Jayamarta (kelima dari kiri) dan Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulbar Wahidah Paheng (tujuh dari kanan). ANTARA/HO-Humas Polda Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN melakukan pertemuan dalam rangka memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan stunting dan pernikahan usia dini.

"Pertemuan ini menjadi momentum mempererat kolaborasi dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya percepatan penanganan stunting, pencegahan pernikahan dini, penguatan ketahanan keluarga, hingga peningkatan edukasi masyarakat," kata Kapolda Sulbar Inspektur Jenderal Polisi Adi Deriyan Jayamarta, di Mamuju, Rabu.

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas berbagai langkah konkret yang dapat dilakukan secara terpadu melalui sinergi lintas sektor.

Salah satu fokus utama adalah memperluas edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya membangun keluarga sehat sebagai fondasi lahirnya generasi unggul.

Selain membahas program kependudukan dan pembangunan keluarga, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum bertukar pandangan mengenai kondisi keamanan serta berbagai persoalan sosial yang berkembang di Sulbar.

Kedua institusi sepakat terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Kapolda menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga siap mendukung seluruh program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Keamanan yang sesungguhnya menurut Adi Deriyan, tidak hanya tercermin dari situasi kamtibmas yang kondusif, tetapi juga lahir dari keluarga yang kuat, anak-anak yang tumbuh sehat, serta generasi muda yang terbebas dari risiko pernikahan usia dini.

Kapolda menegaskan keamanan tidak hanya diukur dari situasi kamtibmas yang kondusif, tetapi juga dari kualitas kehidupan masyarakat.

"Keluarga yang sehat, anak-anak yang tumbuh optimal, serta generasi muda yang terhindar dari pernikahan dini akan menjadi pondasi terciptanya keamanan dan pembangunan daerah yang berkelanjutan," jelasnya.

Adi Deriyan juga menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa.

"Membangun keamanan dimulai dari membangun keluarga. Ketika keluarga kuat, anak-anak sehat, dan generasi muda berkualitas, maka masa depan Sulawesi Barat akan semakin maju dan kondusif," kata Adi Deriyan.

Sementara, Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulbar Wahidah Paheng menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan Polda Sulbar terhadap berbagai program pembangunan keluarga.

Ia menilai keberadaan Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan edukasi mengenai pencegahan stunting, pendewasaan usia perkawinan, hingga penguatan ketahanan keluarga sampai ke tingkat desa.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026