Logo Header Antaranews Makassar

Wali Kota menginstruksikan camat di Makassar gelar nobar Piala Dunia 2026

Kamis, 9 Juli 2026 06:17 WIB
Image Print
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. ANTARA/Muh Hasanuddin

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menginstruksikan seluruh camat di 15 kecamatan menyelenggarakan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL).

"Saya minta seluruh camat di 15 kecamatan menyiapkan lokasi nobar di wilayahnya masing-masing. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM," ujar dia di Makassar, Rabu.

Munafri Arifuddin mengatakan perhelatan Piala Dunia 2026 yang telah memasuki babak delapan besar sebagai momentum untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan nonton bareng tersebut dijadwalkan mulai digelar pada akhir pekan ini dan akan berlangsung setiap hari Sabtu dan Minggu, sehingga tidak mengganggu aktivitas pelayanan pemerintahan di kantor kecamatan dan kelurahan.

Menurut wali kota, kegiatan nobar merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang mendorong seluruh kepala daerah hingga tingkat kecamatan memfasilitasi penyelenggaraan nonton bareng Piala Dunia 2026 sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.

"Pak Mendagri telah menerbitkan surat edaran yang menginstruksikan seluruh kepala daerah memfasilitasi nobar Piala Dunia 2026," katanya.

Surat edaran tersebut mengarahkan pemerintah daerah untuk melibatkan pelaku UMKM dalam setiap penyelenggaraan nobar sehingga kegiatan olahraga berskala internasional dapat memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

"Arahan ini juga mengharuskan pelibatan UMKM lokal agar ekonomi daerah bergerak. Selama ini, ada beberapa titik di Makassar. Tapi, tentu kita Pemkot Makassar siap menindaklanjuti instruksi tersebut lebih bagus," katanya menjelaskan.

Lebih lanjut, Munafri menjelaskan, Pemkot Makassar akan menggandeng berbagai perangkat daerah serta seluruh kecamatan untuk menyiapkan titik-titik nobar di ruang publik yang aman, nyaman, dan tidak mengganggu aktivitas pemerintahan.

Penyelenggaraan nobar juga akan melibatkan perangkat daerah yang membidangi UMKM, koperasi, perdagangan, serta penataan pedagang kaki lima (PKL), sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas.

"Kami merancang titik-titik nobar di ruang publik tanpa mengganggu aktivitas kantor. Seluruh unsur akan dilibatkan, termasuk dinas yang membidangi UMKM dan PKL agar kegiatan ini benar-benar memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat," ujar dia.

Wali kota secara khusus meminta pemerintah kecamatan mengundang para pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan di sekitar lokasi nobar.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Makassar terhadap para pelaku usaha kecil, khususnya PKL yang sebelumnya telah direlokasi dalam rangka penataan kawasan kota.

"Kita ingin para pedagang ikut merasakan manfaat dari ramainya masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan. Ini adalah bentuk pemberdayaan sekaligus dukungan kepada PKL agar usahanya semakin berkembang," kata Munafri.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026