Logo Header Antaranews Makassar

Buku "Safe Space" jadi pembelajaran perlindungan anak

Kamis, 9 Juli 2026 17:03 WIB
Image Print
Sekda Sulsel Jufri Rahman menerima buku "Safe Space" dari Abz selaku penulis di Makassar. ANTARA/HO-Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan Jufri Rahman mengatakan buku berjudul "Safe Space" karya anak 13 tahun di daerah itu, dapat menjadi bahan pembelajaran mengenai pentingnya perlindungan anak.

"Buku 'Safe Space' ini dapat menjadi bahan pembelajaran mengenai pentingnya perlindungan anak, keberanian menyampaikan pengalaman, dan membangun lingkungan belajar yang aman," ujar dia dalam keterangan di Makassar, Kamis.

Ia menyampaikan bangga sekaligus memberikan semangat kepada penulis buku itu, Abz, agar terus berkarya dan menginspirasi anak-anak lainnya.

"Anak ini hebat karena berhasil menceritakan pengalamannya melalui cerita bergambar," katanya.

Menurut dia, buku tersebut mampu menggambarkan pengalaman yang dialami penulis selama berada di lingkungan pesantren.

Menurutnya, pengalaman itu dapat menjadi bahan pembelajaran dalam upaya mitigasi agar anak-anak tidak mengalami hal serupa dan lebih berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan.

"Ini bisa menjadi pembelajaran untuk langkah mitigasi, mengajarkan anak kita agar tidak melakukan hal yang sama dan lebih berhati-hati dalam berteman. Buku ini bagus, bahkan layak menjadi bahan bacaan pendamping untuk anak-anak sekolah," katanya.

Ia menambahkan pihak pesantren telah mengambil langkah penanganan sesuai kewenangan karena pelaku masih berstatus anak, sedangkan Abz saat ini mengikuti pembelajaran secara daring dan mulai menunjukkan proses pemulihan.

"Anak ini adalah korban, dan pihak pesantren telah mengambil langkah penanganan sesuai kewenangannya karena pelaku masih di bawah umur. Saat ini masih mengikuti pembelajaran secara daring. Tadi kami terima, dan dia mulai menunjukkan proses recovery (pemulihan). Semoga karyanya menjadi pelajaran berharga bagi banyak anak," ujarnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Sulsel Yessy Yoanna Ariestiani berharap, kisah Abz dapat mendorong lebih banyak anak untuk berani menyampaikan pengalaman yang dialami serta melaporkan apabila menjadi korban kekerasan.

Abz mengatakan buku setebal 120 halaman itu kisah nyata yang dialami saat menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di Sulawesi Selatan.

Ia menjadi korban kekerasan dan pemaksaan oleh oknum senior untuk menggunakan rokok elektronik (vape) yang diduga mengandung zat adiktif.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026