Logo Header Antaranews Makassar

Rp8,77 miliar untuk rehabilitasi irigasi di Pangkep

Kamis, 9 Juli 2026 17:03 WIB
Image Print
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel (.)

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,77 miliar untuk rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Padaelo dan Leang Londrong di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman dalam keterangan di Makassar, Kamis, menjelaskan rehabilitasi DI Leang Londrong merupakan bagian dari Paket 3 Multi Years Project (MYP) rehabilitasi jaringan irigasi yang mencakup Kabupaten Pangkep, Barru, Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Pinrang dengan total anggaran sebesar Rp104,95 miliar.

"Di DI Leang Londrong ini kita merehabilitasi jaringan irigasi yang melayani sekitar 1.200 hektare lahan pertanian," ujarnya.

"Sebelumnya banyak titik kebocoran pada saluran sehingga air tidak mengalir optimal ke wilayah hilir. Dengan rehabilitasi ini, distribusi air diharapkan kembali normal sehingga petani tidak lagi khawatir mengalami kekurangan air saat musim tanam," lanjut Gubernur.

Ia menegaskan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan keandalan infrastruktur pertanian sekaligus mendukung produktivitas sektor pertanian dan ketahanan pangan.

"Melalui rehabilitasi ini, kami ingin mengembalikan fungsi layanan irigasi yang sempat menurun dari 100 persen menjadi sekitar 80 persen agar kembali optimal. Bahkan, ada potensi penambahan sekitar 100 hektare lahan yang nantinya dapat teraliri air," jelasnya.

Gubernur juga mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk ikut mengawal pelaksanaan pekerjaan agar dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan.

"Ini merupakan bagian dari Paket 3 MYP untuk Pangkep dan sekitarnya. Mari kita awasi bersama agar pekerjaannya berjalan dengan baik, selesai tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani," tutupnya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026