
Dekranasda Makassar kolaborasi majukan industri kriya dan UMKM

Makassar (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar mendorong perajin naik kelas melalui klinik pelatihan dan memperkuat kolaborasi dalam memajukan industri kriya serta usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Ketua Harian Dekranas, Tri Suswati Tito Karnavian di Makassar, Jumat, menekankan pentingnya pengembangan industri kerajinan yang memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab dan berorientasi pada prinsip keberlanjutan.
“Tingginya permintaan terhadap produk kerajinan harus diimbangi dengan perhatian terhadap aspek ramah lingkungan agar ketersediaan bahan baku tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Tri Suswati berharap pembinaan terhadap para perajin tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produksi, tetapi juga memperkuat akses pemasaran.
Menurutnya, hasil karya para perajin harus mampu hadir dalam berbagai pameran, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global.
"Produksi yang dibuat para perajin akan semakin bernilai apabila didukung pemasaran yang baik. Kami berharap produk-produk binaan Kementerian ESDM dapat tampil di berbagai pameran nasional hingga internasional dan membuktikan bahwa kualitas kriya Indonesia mampu bersaing di dunia," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, serta seluruh mitra perusahaan yang telah mendampingi dan membina para perajin di wilayah Sulawesi Selatan sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi.
Sementara itu, sambutan Ketua Dekranasda Kota Makassar, yang dibacakan oleh Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Makassar, Rosnani Raja asih, mengatakan peringatan HUT Dekranas ke-46 menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pengembangan industri kriya.
“Kami sampaikan ucapan terima kasih Ketua Dekranasda Makassar kepada Kementerian ESDM atas terselenggaranya Coaching Clinic dan Pameran Kriya Etnik yang menghadirkan ruang pembelajaran, kolaborasi, sekaligus promosi bagi para pelaku usaha kriya di Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, perjalanan 46 tahun Dekranas merupakan momentum untuk terus memperkuat peran dalam membina, memberdayakan, dan mempromosikan karya anak bangsa.
"Di tengah perkembangan zaman, para perajin dituntut mampu menjaga nilai tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tren pasar, dan kebutuhan konsumen,” lanjutnya.
Ia menilai Coaching Clinic menjadi wadah yang sangat penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, mulai dari pengembangan kualitas produk, inovasi desain, strategi pemasaran, branding, digitalisasi usaha, hingga peningkatan daya saing agar mampu menembus pasar nasional maupun internasional.
“Pameran Kriya Etnik menjadi etalase kekayaan budaya Indonesia. Setiap karya yang dipamerkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan sejarah, identitas budaya, kearifan lokal, serta kreativitas yang diwariskan secara turun-temurun,” ucapnya.
Pada kegiatan Coaching Clinic dan Pameran Kriya Etnik berkolaborasi dengan
diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan PT Vale Indonesia, PT Antam Tbk, SKK Migas, Pertamina Hulu Mahakam, dan Pertamina EP sebagai upaya mendorong lahirnya bidang usaha baru Dekranas melalui penguatan industri kriya berbasis potensi daerah. Tahun ini, Kota Makassar dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
