Logo Header Antaranews Makassar

Festival Rakyat Nusantara gerakkan ekonomi Sulbar

Jumat, 10 Juli 2026 22:52 WIB
Image Print
Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana, pada pembukaan Festival Rakyat Nusantara, di Anjungan Pantai Manakarra Kabupaten Mamuju (ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar)

Mamuju (ANTARA) - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sekdaprov Sulbar) Junda Maulana menyampaikan bahwa pelaksanaan Festival Rakyat Nusantara 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memiliki manfaat besar dalam mempererat silaturahmi sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

"Tentu kegiatan ini sangat berarti. Selain sebagai ajang silaturahmi, juga menjadi sarana untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Sulbar, khususnya di Kabupaten Mamuju," kata Junda Maulana, saat membuka Festival Rakyat Nusantara, di Anjungan Pantai Manakarra, Kabupaten Mamuju, Jumat.

Festival yang dijadwalkan berlangsung selama 10 hari tersebut terselenggara atas kolaborasi antara Polda Sulbar, Korem 142/Tatag, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulbar, Pemerintah Provinsi Sulbar, serta Pemerintah Kabupaten Mamuju.

Pembukaan berlangsung cukup meriah dan diserbu ribuan warga dari berbagai kalangan.

Panggung utama dihiasi penampilan istimewa mulai dari tarian adat yang sarat makna budaya, penampilan grup musik Band Siamasei Polda Sulbar, hingga hiburan dari sejumlah artis lokal daerah.

Suasana semakin hangat dengan berjejernya ratusan stan produk unggulan yang dikelola langsung oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menyajikan aneka kuliner, kerajinan tangan, hingga hasil olahan pertanian dan perikanan khas Sulbar.

Junda Maulana menilai keberadaan pelaku UMKM memiliki peran strategis, terutama di tengah perlambatan ekonomi yang dipengaruhi kondisi global.

"Di tengah lesunya ekonomi akibat krisis global, peran UMKM sangat membantu dalam meningkatkan perekonomian daerah, khususnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Junda Maulana.

Ia optimistis, Festival Rakyat Nusantara 2026 akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian Sulbar.

Dengan banyaknya pelaku UMKM yang terlibat, Junda Maulana berharap jumlah pengunjung akan terus meningkat pada hari-hari berikutnya.

"Kita melihat banyak pelaku UMKM yang berpartisipasi. Insya Allah memasuki hari kedua, ketiga dan seterusnya pengunjung akan semakin ramai, sehingga dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat juga akan semakin besar," kata Junda Maulana.

Kapolda Sulbar Inspektur Jenderal Polisi Adi Deriyan Jayamarta menyampaikan rasa syukur melihat antusiasme masyarakat yang hadir.

Ia menegaskan, kemeriahan yang terlihat adalah wujud nyata dari kekuatan kolaborasi yang solid antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha dan seluruh komponen bangsa, yang bersatu padu menghadirkan sesuatu yang besar manfaatnya bagi rakyat.

Namun di balik kemeriahan itu, Adi Deriyan menekankan poin terpenting yang menjadi perhatian utama kepolisian, yaitu bagaimana dampak ekonomi yang tercipta tidak hanya berhenti sesaat selama festival berlangsung, melainkan berlanjut menjadi kekuatan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan.

"Lebih dari sekadar pesta rakyat, Festival Rakyat Nusantara ini adalah momentum untuk mengangkat harkat dan martabat produkproduk asli buatan tangan pelaku UMKM di Sulbar," katanya pula.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulbar Zaneth Raodathul Djannah menyampaikan, penyelenggaraan kegiatan itu dirancang murni sebagai pesta rakyat.

Tujuannya tidak hanya sekadar menghibur, tapi jauh lebih dari itu menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, mengokohkan kekompakan dan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha dan seluruh lapisan masyarakat.

“Kepada semua pihak yang telah meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan dukungan hingga acara ini bisa terlaksana, kami ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggitingginya," kata Zaneth, yang juga selaku Ketua Panitia Festival Rakyat Nusantara 2026.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026