Logo Header Antaranews Makassar

Sulbar pacu produksi padi, targetkan kenaikan indeks pertanaman

Senin, 13 Juli 2026 20:45 WIB
Image Print
Gubernur Sulbar Suhardi Duka (tengah), pada rapat koordinasi pendayagunaan penyuluh pertanian Provinsi Sulbar, di Mamuju Senin (13/7). ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) berkomitmen memacu produksi padi dan menargetkan kenaikan Indeks Pertanaman dari 1,4 menjadi dua (IP 2).

Gubernur Sulbar Suhardi Duka pada rapat koordinasi pendayagunaan penyuluh pertanian Provinsi Sulbar di Mamuju, Senin, mengatakan saat ini Indeks Pertanaman (IP) lahan sawah di daerah itu baru 1,4. "Artinya, dari 41 ribu hektare lahan sawah yang ada, rata-rata petani baru panen sekali lebih sedikit dalam setahun".

"Kalau kita naikkan menjadi dua, sama dengan kita cetak sawah sekitar 15 ribu hektare tanpa harus membuka lahan baru," kata Suhardi Duka.

Selain peningkatan indeks pertanaman, ia mengatakan Pemerintah Provinsi Sulbar juga mendukung implementasi program Pertanian Modern Model Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang mulai diterapkan di Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar sebagai percontohan. Target produktivitas program tersebut naik dari tujuh ton per hektare menjadi 10-12 ton.

Namun Suhardi mengingatkan, target itu hanya bisa tercapai kalau pasokan pupuk ikut ditingkatkan sesuai kepadatan bibit yang lebih tinggi.

"Kalau makanannya sama, maka yang terjadi buahnya kempes. Kalau buahnya kempes, rendemennya menjadi 40. Bulog tidak mau beli kalau rendemennya 40, dan baru mau beli kalau rendemennya di atas 55, 56," kata Suhardi Duka.

Ia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang memperbesar anggaran pupuk bersubsidi serta menyederhanakan tata kelola distribusinya sehingga petani semakin mudah memperoleh pupuk.

Selain sektor padi, Suhardi Duka juga berharap program bantuan bibit kakao dari Kementerian Pertanian dapat direalisasikan sesuai kebutuhan daerah.

Sulbar, kata dia, telah mengusulkan sekitar 17 juta bibit kakao melalui CPCL dan berharap sebagian besar dapat dipenuhi.

"Kalau 10 hingga 17 juta terpenuhi, saya kira kakao di Sulbar lima tahun ke depan akan semakin membaik dan berkontribusi kembali terhadap kakao dunia," kata Suhardi Duka.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengingatkan para penyuluh harus selalu menjadi sumber pengetahuan bagi petani dan meminta mereka terus meningkatkan kompetensi di tengah perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI).

"Terus tingkatkan kemampuan, jangan sampai ilmu petani lebih maju daripada ilmu penyuluh. Sekarang teknologi, AI, YouTube dan berbagai sumber belajar berkembang sangat cepat. Banggalah menjadi penyuluh pertanian karena anda adalah pahlawan ketahanan pangan," kata Suhardi Duka.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026