
Diskominfo Kota Makassar gandeng Densus 88 perkuat literasi digital

Makassar (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar menggandeng Densus 88 Antiteror Polri untuk memperkuat literasi digital sebagai implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.
"Diskominfo Kota Makassar memiliki beberapa kegiatan, termasuk literasi keamanan informasi. Kegiatan ini menyasar masyarakat luas, oleh karena itu kami menggandeng Densus 88 untuk ikut terlibat," kata Kepala Diskominfo Makassar Muhammad Roem di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.
Roem menjelaskan PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas mengatur tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik dalam perlindungan anak di ruang digital. Regulasi tersebut mewajibkan penyelenggara sistem elektronik memverifikasi usia pengguna, menyediakan fitur kendali orang tua, serta menyaring konten yang tidak layak bagi anak.
Menurut dia, kolaborasi tersebut merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman di ruang digital, seperti penyebaran hoaks, penipuan siber, hingga penyebaran paham radikal melalui media sosial.
Ia mengungkapkan berdasarkan pemetaan Densus 88, sejumlah ruang digital diduga dimanfaatkan pihak tertentu untuk melakukan perekrutan maupun menyebarkan paham radikal yang dapat memengaruhi cara berpikir anak muda.
"Oleh karena itu, ruang-ruang seperti ini perlu kita tutup melalui edukasi dengan meningkatkan literasi digital," ujarnya.
Roem menegaskan kerja sama dengan Densus 88 tidak bertujuan membatasi akses masyarakat terhadap teknologi, melainkan membekali masyarakat agar mampu mengenali dan menghindari berbagai ancaman di dunia maya.
Ia menambahkan penguatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya penggunaan internet dan berbagai modus kejahatan siber.
"Harapannya, pola kolaborasi ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan kepada masyarakat tentang literasi digital serta literasi keamanan. Karena sejauh ini banyak masyarakat menjadi korban kejahatan dan keamanan digital," kata Roem.
Menurut dia, sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan terhadap berbagai ancaman di ruang digital.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
