
6.000 agen kawal pendataan Perlinsos Bansos di Makassar

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar menargetkan pembentukan sekitar 6.000 agen digital yang akan bertugas mendampingi masyarakat dalam proses pendataan melalui aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) dalam mendukung implementasi program Piloting Digital Bantuan Sosial.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Andi Bukti Djufrie di Makassar, Selasa, menyebut Pemerintah Kota Makassar menyiapkan sekitar 6.000 agen digital yang berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD). Mereka bertugas mendampingi masyarakat dalam proses pendataan menggunakan aplikasi Perlinsos.
"Hingga saat ini, lebih dari 5.000 agen telah memiliki IKD berdasarkan hasil koordinasi Dinas Sosial bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)," ujar dia.
Sebagai tahap awal, uji coba program Piloting Digital Bansos telah dilaksanakan di Kelurahan Lakkang dan Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, dengan melibatkan sekitar 80 agen didampingi langsung oleh tim Kementerian Sosial RI.
Kepala UPT Rumah Penampungan dan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar Masri Tajuddin menambahkan selain dari kalangan ASN, program ini juga melibatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS), PPPK, maupun PPPK Paruh Waktu yang berusia di bawah 40 tahun di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
Menurut Masri, pelibatan ASN dilakukan untuk menjaga objektivitas proses pendataan sekaligus menghindari potensi munculnya persepsi negatif di tengah masyarakat mengenai penentuan penerima bantuan.
"Selama ini sering muncul anggapan bahwa bantuan hanya diberikan kepada keluarga RT atau lurah. Dengan melibatkan ASN, prosesnya diharapkan lebih transparan dan akuntabel," kata dia.
Ia menuturkan pihak Sekretaris Daerah Kota Makassar juga bertindak sebagai koordinator pelaksanaan program Piloting Digital Bansos di Kota Makassar.
Saat ini, Dinas Sosial Kota Makassar tengah menyusun jadwal pelatihan lanjutan agar seluruh agen dapat segera memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam proses pendataan.
Sasaran program difokuskan kepada masyarakat kategori desil 1 dan desil 2, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Namun, dalam pengembangannya, pendataan melalui aplikasi Perlinsos akan menjangkau seluruh masyarakat Kota Makassar, sehingga pemerintah memiliki basis data sosial yang semakin lengkap, akurat, dan mutakhir.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
