
Kemensos tetapkan Kota Makassar masuk 40 daerah percontohan digitalisasi Bansos

Makassar (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) menetapkan Kota Makassar masuk dalam 40 daerah percontohan transformasi digital pelayanan publik berupa digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) atau Piloting Digital Bansos.
Ini merupakan program Kementerian Sosial RI yang bertujuan membangun sistem penyaluran bantuan sosial yang lebih akurat, transparan, dan berbasis data.
"Alhamdulillah, Kota Makassar menjadi salah satu daerah yang dipercaya untuk melaksanakan Piloting Digital Bansos," kata Kepala UPT Rumah Penampungan dan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar Masri Tajuddin di Makassar, Sulsel, Selasa.
Dia mengatakan dipilihnya Kota Makassar sebagai daerah percontohan merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat atas kesiapan daerah dalam mengimplementasikan sistem digital penyaluran bantuan sosial.
Melalui program tersebut, proses penentuan penerima bantuan sosial tidak lagi semata-mata mengandalkan verifikasi manual, tetapi dilakukan berdasarkan hasil pengolahan data melalui aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang dikembangkan Kementerian Sosial.
Masri menjelaskan, inti dari program ini adalah penggunaan aplikasi Perlinsos sebagai instrumen utama dalam pendataan masyarakat.
Aplikasi tersebut menggunakan berbagai indikator kesejahteraan, mulai dari kondisi tempat tinggal, daya listrik rumah tangga, hingga sejumlah variabel sosial ekonomi lainnya yang telah disusun Kementerian Sosial.
"Aplikasi Perlinsos diharapkan menjadi solusi karena menggunakan lebih banyak indikator. Seluruh data akan dihitung secara otomatis sehingga penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat," katanya.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Andi Bukti Djufrie mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat membangun sistem penyaluran bantuan sosial yang lebih akurat, transparan, dan akuntabel melalui pemanfaatan aplikasi Perlinsos sebagai instrumen utama pendataan masyarakat.
"Kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat Makassar masuk lokasi pilot project (proyek percontohan) Piloting Digital Bansos menjadi momentum bagi Makassar untuk menghadirkan tata kelola perlindungan sosial yang semakin modern dan berbasis data," ujarnya.
Menurutnya, digitalisasi penyaluran bantuan sosial diharapkan mampu memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak berdasarkan indikator kesejahteraan yang objektif.
Sehingga melalui program ini, Dia berharap transformasi digital di bidang perlindungan sosial dapat meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan dan memperkuat transparansi.
"Sekaligus memastikan setiap warga yang memenuhi kriteria memperoleh haknya berdasarkan data yang valid dan terintegrasi," harap Andi Bukti.
Dalam implementasinya, aplikasi Perlinsos akan digunakan untuk menghimpun berbagai indikator sosial ekonomi masyarakat. Data tersebut kemudian diolah secara otomatis oleh sistem untuk menentukan kelayakan penerima bantuan sosial, sehingga proses penetapan tidak lagi bergantung pada penilaian subjektif.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
