Logo Header Antaranews Makassar

Unhas dan Elsevier kolaborasi perkuat ekosistem pengetahuan riset berdampak

Rabu, 15 Juli 2026 06:33 WIB
Image Print
Rektor Unhas memberikan sambutan pada ajang East Indonesia Research Summit 2026 di Makassar, Selasa, (14/6/2026). ANTARA/HO-Unhas

Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Elsevier, perusahaan penerbitan ilmiah berkolaborasi memperkuat ekosistem pengetahuan untuk riset berdampak.

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa di Makassar, Selasa, mengatakan kemitraan dengan Elsevier menjadi momentum penting untuk memperluas akses terhadap sumber pengetahuan ilmiah sekaligus memperkuat kapasitas riset sivitas akademika.

Ia mengatakan, penelitian saat ini tidak lagi dipandang sebagai rangkaian kegiatan yang berakhir pada publikasi ilmiah.

Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), analisis data, dan kolaborasi lintas disiplin telah mengubah cara pengetahuan dihasilkan, divalidasi, hingga dimanfaatkan untuk menjawab berbagai tantangan global.

Transformasi tersebut menuntut perguruan tinggi membangun ekosistem riset yang tidak hanya produktif, tetapi juga terbuka, berintegritas, dan berdampak. Semangat tersebut menjadi landasan kolaborasi kedua pihak.

"Kolaborasi ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkuat budaya riset di Unhas. Akses terhadap referensi ilmiah berkualitas akan mendukung lahirnya penelitian yang lebih inovatif dan berdaya saing global," ujarnya pada ajang East Indonesia Research Summit 2026 di Makassar.

Ajang ini mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, peneliti, pustakawan, dan pengambil kebijakan untuk membahas strategi memperkuat kualitas riset, meningkatkan visibilitas publikasi ilmiah, memperluas kolaborasi, serta mendorong penelitian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Strategic Engagement Manager Elsevier, Dr Johan Jang pada momentum tersebut memperkenalkan LeapSpace, sebuah solusi berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang dikembangkan Elsevier untuk mendukung proses penelitian secara lebih efektif sekaligus membantu perguruan tinggi memanfaatkan teknologi dalam menghasilkan riset berdampak.

Dr. Jang menjelaskan perkembangan AI telah mengubah berbagai tahapan dalam siklus penelitian (research lifecycle), mulai dari penelusuran literatur, analisis informasi, hingga kolaborasi ilmiah.

Menurutnya, pemanfaatan AI harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap menjunjung tinggi integritas akademik, sehingga teknologi dapat menjadi penguat kualitas penelitian, bukan menggantikan proses ilmiah.

"Melalui LeapSpace, Elsevier mendorong pemanfaatan AI untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data, mempercepat lahirnya inovasi, serta meningkatkan kontribusi penelitian terhadap pencapaian Sustainable Development Goals. Pendekatan ini diharapkan membantu perguruan tinggi membangun ekosistem riset yang lebih kolaboratif, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan global," kata Dr. Jang.

Sementara itu, Regional Director Elsevier Southeast Asia & Australia-New Zealand (ANZ), Omar Malik, menegaskan komitmen Elsevier dalam mendukung penguatan kapasitas riset di Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ilmu pengetahuan di kawasan karena kekayaan biodiversitas, sumber daya kelautan, serta beragam tantangan pembangunan yang membuka ruang bagi lahirnya penelitian-penelitian strategis.

"Kolaborasi menjadi fondasi dalam membangun penelitian yang berkualitas. Ketika institusi, peneliti, dan sumber pengetahuan saling terhubung, peluang untuk menghasilkan inovasi yang berdampak akan semakin besar," ujar Omar.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026